Sanggau (Suara sanggau) – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan dengan berbagai pendekatan, termasuk melalui edukasi kepada anak usia dini. Manggala Agni Kalimantan XI/Sintang melalui Kelompok Kerja Sanggau menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla kepada siswa Raudhatul Athfal Muslimin Sanggau, Jumat (8/5/2026).
Manggala Agni Pokja Sanggau saat melakukan sosialisasi di RA Muslimin Sanggau,SUARASANGGAU/SK
Kegiatan yang dikemas dalam konsep outing class tersebut bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan dan bahaya kebakaran hutan.
Komandan Regu Manggala Agni Sanggau, Hery Riyadi mengatakan edukasi kepada anak-anak menjadi langkah penting dalam membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini.
“Pada hari ini kami sengaja mengadakan kegiatan outing class ataupun kegiatan edukasi sejak dini kepada TK Raudhatul Athfal Muslimin Sanggau,” ujar Hery.
Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan sejak awal mengenai dampak buruk kebakaran hutan dan lahan, baik terhadap lingkungan, kesehatan maupun kehidupan masyarakat.
“Kenapa sasaran kita kepada anak di usia dini? Yaitu untuk pembekalan mereka ke depannya agar bisa lebih sadar dari awal,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya menjaga hutan, tidak bermain api sembarangan, serta dampak kabut asap yang sering muncul akibat karhutla.
Selain penyampaian materi edukasi, Manggala Agni juga memperkenalkan berbagai peralatan yang biasa digunakan petugas saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama saat diperlihatkan alat pemadam dan simulasi sederhana mengenai tugas petugas pemadam karhutla di lapangan.
“Kita juga sekaligus mengenalkan alat-alat apa saja yang kita gunakan kepada anak-anak dan juga tentang bagaimana cara menggunakan, kita gambarkan di saat kegiatan pembekalan yang kita lakukan ini,” kata Hery.
Ia berharap pembekalan sejak dini tersebut dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing.
“Sehingga ke depannya, anak-anak yang kita bekali dari awal itu dapat terlibat dalam kegiatan pencegahan kebakaran hutan di wilayah masing-masing dan juga minimal untuk lingkungannya sendiri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan edukatif tersebut, Manggala Agni berharap budaya peduli lingkungan dan pencegahan karhutla dapat tumbuh sejak usia dini sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Kalimantan Barat.SK