Pemkab Sanggau Bekali 203 ASN Jelang Pensiun, Dorong Kemandirian Ekonomi di Masa Purna Bhakti

Editor: Admin

203 ASN Sanggau Calon Pensiun 2027 Ikuti Pembekalan, Pemkab Gandeng Bank Kalbar.SUARASANGGAU/SK
Sanggau (Suara Sanggau) – Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bekerja sama dengan Bank Kalbar menggelar pembekalan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa purna bhakti tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau, Herkulanus HP, di aula salah satu hotel di Sanggau, Senin (4/5/2026).

Herkulanus menjelaskan, kegiatan pembekalan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempersiapkan ASN menghadapi masa pensiun, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan administrasi.

“Pembekalan ini penting agar para ASN yang akan pensiun memahami hak-haknya, termasuk pengurusan administrasi dan pengelolaan dana pensiun yang selama ini terakumulasi melalui PT Taspen,” ujarnya usai membuka kegiatan.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini para peserta diharapkan mampu mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi finansial maupun rencana kegiatan produktif setelah tidak lagi aktif sebagai ASN.

Selain materi administrasi, Bank Kalbar juga memberikan pembekalan terkait peluang akses pembiayaan, termasuk stimulus perkreditan yang masih dapat dimanfaatkan para pensiunan. Herkulanus menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar kredit yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif.

“Kita harapkan ada pendampingan, sehingga kredit yang dikucurkan benar-benar dimanfaatkan untuk usaha, misalnya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Perlu juga arahan terkait jenis usaha yang prospektif hingga strategi pemasaran,” jelasnya.

Sebanyak 203 ASN mengikuti pembekalan ini. Artinya, pada tahun 2027 mendatang, Pemkab Sanggau akan kehilangan jumlah pegawai yang cukup signifikan akibat pensiun.

“Ini tentu menjadi perhatian. Kita akan melakukan kajian terkait kebutuhan rekrutmen, namun tetap menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah,” ungkap Herkulanus.

Ia mengakui, saat ini porsi belanja pegawai di APBD Sanggau telah melampaui 40 persen, sementara regulasi membatasi maksimal di angka 30 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan kebijakan pengisian formasi ASN ke depan.

“Kita akan kaji berbagai skenario, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun terjadi pengurangan jumlah ASN,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bank Kalbar Cabang Sanggau, Imam Darwin Saputra, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendampingi ASN yang memasuki masa pensiun, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.

Menurutnya, peluang usaha di Kabupaten Sanggau cukup terbuka lebar, mulai dari sektor pertanian seperti kelapa sawit hingga usaha kuliner dan jasa.

“Kami memberikan edukasi pengelolaan keuangan, baik pribadi maupun usaha. Jika mereka ingin terjun ke sektor produktif, kami juga siap mendukung melalui pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), disertai pendampingan usaha,” jelasnya.

Imam juga menyebut ASN merupakan nasabah loyal Bank Kalbar, mengingat pengelolaan keuangan mereka telah dilakukan sejak masa CPNS hingga pensiun.

“Kami bangga dapat mendampingi ASN, mulai dari awal karier hingga masa purna bhakti,” pungkasnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play