Diduga Akibat Anak Bermain Korek Api, Rumah Warga di Sanggau Ludes Dilalap Si Jago Merah

Editor: Admin

Sebuah Rumah di Perintis Sanggau Terbakar.SUARASANGGAU/SK
Sanggau (Suara Sanggau) – Sebuah rumah semi permanen milik Riva’i Utomo alias Mas Yep (65) di Jalan Perintis RT 029 RW 009 Gang Bhakti, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, hangus dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (16/06/2026) sore.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan berat pada bangunan rumah dan menimbulkan kerugian material yang hingga kini masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sanggau, Ade Ali Sadikin, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas piket sekitar pukul 17.16 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Tim pemadam langsung menuju lokasi dan respon time dari laporan masuk hingga dapat langsung melakukan pemadaman kurang lebih satu jam,” ujar Ali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui oleh Trian Ramandha, anak pemilik rumah. Saat itu, Trian sedang membersihkan halaman rumah ketika mendengar teriakan dari Nisa dan Kemal, yang merupakan cucu pemilik rumah.

Kedua anak tersebut memberitahukan bahwa api muncul di kamar depan rumah. Saat masuk ke dalam ruangan, Trian mendapati api sudah membesar dan mulai membakar sejumlah bagian interior kamar.

Menyadari kobaran api terus membesar dan berpotensi merambat ke seluruh bangunan, Trian segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal sembari menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau.

Warga setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun karena api dengan cepat membesar dan membakar material yang mudah terbakar, upaya tersebut belum mampu menghentikan kobaran api.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yayasan Bhakti Sentosa, Manggala Agni, TNI, personel Polres Sanggau, serta Polsek Kapuas kemudian tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 18.20 WIB, sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Kasi Humas Polres Sanggau, IPDA Thomson M. Pakpahan, mengatakan hasil penyelidikan awal dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi mengarah pada dugaan bahwa kebakaran dipicu oleh aktivitas bermain korek api yang dilakukan dua anak di dalam kamar depan rumah.

Percikan api diduga mengenai sprei tempat tidur sebelum merambat ke gorden dan benda-benda lain yang mudah terbakar hingga memicu kebakaran besar.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi, dugaan sementara api berasal dari permainan korek api di dalam kamar yang kemudian menyambar sprei dan gorden hingga menyebabkan kebakaran. Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama terkait penggunaan benda yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti korek api maupun sumber api lainnya,” ujar Pakpahan.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, faktor kelalaian saat anak-anak bermain dengan sumber api menjadi dugaan utama penyebab insiden tersebut.

Menurutnya, peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam mencegah terjadinya peristiwa serupa. Pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat berada di dalam rumah, harus terus ditingkatkan guna menghindari risiko kebakaran maupun kecelakaan lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga. Selain memastikan benda-benda yang dapat memicu api tersimpan dengan aman, masyarakat juga diharapkan memiliki pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran agar risiko kerugian dapat diminimalkan.

“Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di dalam rumah. Selain itu, kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat serta pengetahuan dasar pencegahan kebakaran diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya kerugian yang lebih besar di kemudian hari,” tutup Pakpahan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play