Mempawah (Suara Sanggau) – Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau, PT Peniti Sungai Purun (PT PSP) memperkuat kesiapan sumber daya manusia melalui pelatihan operator dan mekanik pompa pemadam serta pelatihan teknologi drone.
PT Peniti Sungai Purun (PSP) saat menyelenggarakan Pelatihan Operator dan Mekanik Pompa Pemadam serta Pelatihan Drone pada 9–10 Juni 2026 perkuat kesiapsiagaan hadapi karhutla.SUARASANGGAU/SK
Kegiatan yang digelar pada 9–10 Juni 2026 di area operasional PT Peniti Sungai Purun tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kemampuan tim tanggap darurat, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran di wilayah operasional perkebunan.
Pelatihan ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari perwakilan tim pemadam kebakaran (Damkar) dari seluruh perusahaan yang tergabung dalam HPI Palm Oil Region 1 serta tim mekanik workshop dari masing-masing kebun.
Group Manager PT Peniti Sungai Purun, Monang Hutapea, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman kebakaran.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten melalui persiapan dini, pencegahan dini, dan pemadaman dini. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menekan risiko serta dampak kebakaran.
“Kita harus selalu mengedepankan persiapan dini, pencegahan dini, dan pemadaman dini. Ketiga aspek tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi risiko kebakaran. Oleh karena itu, kompetensi personel serta kesiapan sarana dan prasarana harus terus ditingkatkan melalui pelatihan yang berkelanjutan,” ujar Monang Hutapea.
Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan lingkungan perusahaan bukan hanya menjadi tanggung jawab tim pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur perusahaan agar sistem pengendalian kebakaran dapat berjalan maksimal.
Sementara itu, Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai EHS Region 1 HPI Palm Oil Unit, Wahyudi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memastikan kesiapan operasional tim tanggap darurat dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran.
“Kami ingin memastikan seluruh anggota tim memahami cara pengoperasian dan pemeliharaan peralatan secara tepat sehingga sarana yang dimiliki perusahaan selalu dalam kondisi siap digunakan kapan pun diperlukan,” jelas Wahyudi.
Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik langsung mengenai pengoperasian, perawatan, hingga penanganan gangguan pada berbagai jenis pompa pemadam kebakaran yang digunakan perusahaan.
Materi tersebut disampaikan oleh tenaga ahli dari PT Agro Tunas Mandiri selaku pemasok pompa Honda GX690 dan Motoyama Double Impeller, serta PT Satya Wijaya Brama dari Pekanbaru yang memberikan pelatihan terkait pompa pemadam Tohatsu VE1500.
Tidak hanya memahami cara penggunaan alat, peserta juga dibekali kemampuan melakukan pemeriksaan rutin, mengidentifikasi kerusakan, serta melakukan troubleshooting agar performa peralatan tetap optimal dan siap digunakan dalam kondisi darurat.
Selain penguatan kemampuan teknis pemadam, PT Peniti Sungai Purun juga memberikan pelatihan penggunaan drone sebagai teknologi pendukung dalam sistem deteksi dini karhutla.
Materi drone disampaikan oleh Pilot Drone dari Tim GIS HPI Palm Oil Unit yang berpengalaman dalam pemetaan dan pemantauan kawasan perkebunan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai dasar pengoperasian drone, teknik penerbangan yang aman, pengambilan data visual udara, hingga praktik pemetaan lapangan.
Pemanfaatan teknologi drone diharapkan mampu mempercepat proses pemantauan wilayah rawan kebakaran, sehingga potensi titik api dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antar tim Damkar di lingkungan HPI Palm Oil Region 1 dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat selama musim kemarau 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen PT Peniti Sungai Purun, di antaranya Estate Manager Ricky Fariza Lubis, Estate Manager Ferry Ramadhan, para Asisten Kepala, CSR Area, staf EHS, serta karyawan perusahaan yang memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan profesionalisme tim tanggap darurat.
Melalui pelatihan ini, PT Peniti Sungai Purun berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi dalam pengoperasian dan pemeliharaan peralatan pemadam, memanfaatkan teknologi drone untuk mendukung deteksi dini, serta memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
“Kesiapan tim, keandalan peralatan, serta pemanfaatan teknologi yang tepat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan sistem pencegahan dan pengendalian kebakaran yang efektif. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta semakin siap menghadapi tantangan di lapangan dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan perusahaan dari potensi kebakaran,” tutup Wahyudi.[SK]