KORMI Kalbar, Harisson.SUARASANGGAU/SK
Kegiatan launching berlangsung di Aula Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (5/6/2026), dan dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat Sugeng Hariadi yang mewakili Gubernur Kalbar, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar sekaligus Ketua KORMI Kalbar dr. Harisson, Ketua KORMI Kota Singkawang H. Mubarak Babatin, serta jajaran Pemerintah Kota Singkawang.
FORPROV II Kalbar 2026 akan mempertandingkan dan menampilkan 22 Induk Organisasi Olahraga Masyarakat (INORGA) yang mencakup olahraga rekreasi, tradisional, hingga budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Kalbar.
Ketua KORMI Kalbar, dr. Harisson, menegaskan bahwa peluncuran maskot, logo, dan theme song bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kesiapan seluruh pihak dalam menyukseskan ajang tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Singkawang dan KORMI Kota Singkawang yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mempersiapkan FORPROV II Kalbar. Sinergi yang terbangun menjadi modal utama untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa olahraga masyarakat memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, bugar, dan produktif.
“Kesehatan dan kebugaran merupakan modal dasar pembangunan. Melalui olahraga masyarakat, kita mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hidup lebih aktif, sehat, dan bahagia. Inilah semangat besar KORMI, yaitu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, FORPROV juga menjadi ruang inklusif yang dapat diikuti semua kalangan tanpa batasan usia maupun latar belakang sosial.
“FORPROV menjadi momentum penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di Kalimantan Barat,” jelas Harisson.
Selain itu, ia menilai ajang ini juga berperan dalam pelestarian budaya melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional yang menjadi identitas daerah.
“FORPROV bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi ruang untuk memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional serta permainan rakyat yang merupakan bagian dari identitas budaya kita,” tambahnya.
Harisson juga menyoroti dampak ekonomi yang akan ditimbulkan dari penyelenggaraan FORPROV di Kota Singkawang.
“Kami meyakini ribuan peserta, official, komunitas olahraga, dan pengunjung akan memberikan dampak ekonomi besar. Hotel, restoran, UMKM, kuliner, transportasi, hingga sektor jasa akan ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Provinsi Kalbar, Sugeng Hariadi, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap pengembangan olahraga masyarakat melalui KORMI.
“Jika olahraga prestasi menjadi ranah KONI, maka KORMI memiliki tugas mulia untuk menggerakkan masyarakat agar gemar berolahraga. Keduanya sama-sama penting untuk menciptakan masyarakat yang sehat, bugar, dan bahagia,” katanya.
Ia menambahkan bahwa olahraga rekreasi perlu menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen menjadikan olahraga rekreasi sebagai budaya dan gaya hidup masyarakat. Tubuh yang sehat akan meningkatkan produktivitas dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Sugeng juga mengajak masyarakat menjadikan FORPROV sebagai momentum memperkuat budaya hidup sehat.
“Mari terus bergerak dan aktif berolahraga. Kalbar membutuhkan SDM yang sehat, kuat, dan tangguh untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” ajaknya.
Di tempat yang sama, Ketua KORMI Kota Singkawang, H. Mubarak Babatin, menyatakan kesiapan penuh sebagai tuan rumah FORPROV II Kalbar 2026.
“Hari ini bukan sekadar launching logo dan maskot. Ini adalah penanda bahwa Kota Singkawang siap menyambut FORPROV II Kalbar dengan penuh semangat dan kebanggaan,” tegasnya.
Ia memperkenalkan maskot FORPROV II Kalbar bernama Si Bara, yang melambangkan semangat membara, energi positif, sportivitas, serta persahabatan masyarakat Kalimantan Barat.
“Si Bara diharapkan menjadi ikon yang membawa semangat kebersamaan bagi seluruh peserta dan masyarakat Kalbar,” jelasnya.
Mubarak juga menyebut antusiasme peserta semakin tinggi dengan keterlibatan 22 INORGA yang akan ambil bagian dalam festival tersebut.
“Ini bukti bahwa olahraga masyarakat di Kalbar berkembang sangat baik dan semakin dicintai sebagai bagian dari gaya hidup,” katanya.
Ia berharap FORPROV tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran peserta dan pengunjung akan menggerakkan sektor perdagangan, UMKM, kuliner, perhotelan, transportasi, dan pariwisata Kota Singkawang,” harapnya.
Dengan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemkot Singkawang, KORMI Kalbar, dan seluruh pemangku kepentingan, FORPROV II Kalbar 2026 diharapkan menjadi ajang olahraga masyarakat yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.[SK]