| Truck Trailer yang mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sebuah Bus Damri yeng mengakibatkan supir Bus Damri meninggal dunia di lokasi kejadian. Jum’at (12/06/2026).SUARASANGGAU/SK |
Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika Bus Damri bernomor polisi KB 7701 S yang dikemudikan korban mengalami kerusakan mesin dan terpaksa berhenti di badan jalan. Dalam upaya agar kendaraan dapat kembali beroperasi, Dimas turun dari bus untuk menambahkan air radiator yang mengalami kekurangan cairan pendingin.
Namun di tengah proses perbaikan, musibah tak terduga terjadi. Saat korban berada di bagian depan bus dan fokus melakukan pengecekan kendaraan, sebuah truk trailer Hino bernomor polisi KB 8734 AT yang datang dari arah belakang menabrak bagian belakang bus yang sedang berhenti.
Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Aris, menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika bus mengalami gangguan mesin di ruas Jalan Khatulistiwa.
“Awalnya Bus Damri mengalami kerusakan mesin dan berhenti di Jalan Khatulistiwa. Sopir sedang menambah air radiator dengan posisi berada di depan bus,” ujar Kompol Aris saat dikonfirmasi.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan saksi di lokasi, truk trailer yang dikemudikan Agung Wibowo datang dari arah belakang dan menabrak bagian bemper belakang sebelah kanan bus yang sedang berhenti di badan jalan.
“Truk trailer yang datang dari arah belakang menabrak bagian bemper belakang sebelah kanan Bus Damri yang sedang berhenti,” jelasnya.
Benturan keras tersebut menyebabkan bus bergerak secara tiba-tiba. Korban yang berada di depan kendaraan terdorong hingga terjatuh dan kemudian terlindas. Akibat luka yang sangat parah, Dimas meninggal dunia di tempat kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area kecelakaan, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi korban.
“Usai menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban,” kata Aris.
Sementara itu, pengemudi truk trailer dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka-luka. Kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti guna mendukung proses penyelidikan.
Kompol Aris menambahkan, penanganan perkara tersebut kini telah dilimpahkan kepada Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Satlantas Polresta Pontianak untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.
“Kasus ini ditangani Unit Laka Lantas Polresta Pontianak untuk proses penyelidikan dan penanganan lebih lanjut,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan berat. Kendaraan yang berhenti karena gangguan teknis di badan jalan memiliki tingkat kerawanan tinggi apabila tidak diantisipasi dengan baik oleh pengendara lain.
Selain menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, insiden tersebut juga menegaskan pentingnya penerapan standar keselamatan saat melakukan perbaikan kendaraan di jalan raya, termasuk penggunaan rambu darurat dan pengamanan area kendaraan yang mengalami kerusakan.
Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, memperhatikan kondisi lalu lintas di depan kendaraan, serta mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar kendaraan yang berhenti di badan jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.[SK]