Sanggau (Suara Sanggau) – Kondisi lalu lintas di ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Agus Salim, Kabupaten Sanggau, semakin memprihatinkan. Kemacetan yang terjadi hampir setiap hari dikeluhkan warga dan pengguna jalan akibat penyempitan badan jalan yang dipicu oleh proyek galian drainase yang belum kunjung selesai.
Galian parit yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas. Situasi semakin diperparah dengan aktivitas parkir kendaraan di pinggir jalan yang tetap berlangsung, sehingga arus lalu lintas kerap tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan penggalian tersebut merupakan bagian dari pembangunan saluran drainase yang dirancang untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan Kelurahan Beringin. Namun hingga kini, proyek tersebut belum menunjukkan tanda-tanda kelanjutan, sementara lubang galian telah dibiarkan terbuka selama lebih dari satu tahun.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pemilik usaha dan pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Salah seorang pemilik ruko di sekitar lokasi mengaku kecewa dengan lambannya penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, selain menyebabkan kemacetan, keberadaan galian yang tidak kunjung dituntaskan juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Sudah lebih dari satu tahun kondisi seperti ini. Jalan menjadi sempit, kendaraan sering macet, dan galian itu juga berbahaya. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah agar persoalan ini segera diselesaikan,” ujarnya.
Warga menilai proyek yang mangkrak tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pertokoan yang berada di sepanjang jalan tersebut.
Untuk memperoleh penjelasan terkait penyebab keterlambatan pekerjaan dan rencana kelanjutan proyek, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meskipun telah beberapa kali dihubungi melalui telepon seluler.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret, baik dengan melanjutkan pembangunan drainase maupun mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Penyelesaian proyek dinilai mendesak demi menjaga kelancaran lalu lintas, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjamin keselamatan para pengguna jalan.[Hermansyah]
