Karolin Jemput Bola ke Pusat, Perjuangkan Pasar Rakyat dan Revitalisasi RSUD Landak di Tengah Keterbatasan APBD

Editor: Admin

Terkendala Anggaran, Karolin Minta Pusat Turun Tangan Bangun Pasar Rakyat dan Rumah Sakit di Landak.SUARASANGGAU/SK

Pontianak (Suara Sanggau) – Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat tidak menghalangi Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, untuk terus memperjuangkan pembangunan fasilitas publik bagi masyarakat.

Melalui langkah proaktif, Karolin mendatangi Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat di Pontianak guna memperjuangkan dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah proyek strategis di Kabupaten Landak. Dua infrastruktur yang menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah pembangunan Pasar Rakyat dan revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak.

Karolin menegaskan bahwa kedua proyek tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat, baik di sektor ekonomi maupun kesehatan.

Terkait pembangunan Pasar Rakyat, Karolin menjelaskan kondisi pasar yang ada saat ini sudah tidak lagi representatif dan membutuhkan penataan menyeluruh. Pemerintah Kabupaten Landak sebenarnya telah menyiapkan rencana pembangunan secara mandiri, namun keterbatasan pembiayaan menjadi kendala utama.

“Hitungan kami 45 miliar rupiah, Bank Kalbar cuma berani kasih pinjaman 30 miliar rupiah. Kurangnya banyak banget, jadi saya ragu-ragu untuk meminjam, takut nanti mangkrak,” ungkap Karolin, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, pembangunan pasar yang layak sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pendanaan mengingat Pemerintah Kabupaten Landak telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk pembangunan pasar tersebut pada tahun ini.

Selain memperjuangkan sektor perdagangan, Karolin juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, ia turut membawa masterplan pengembangan RSUD Landak yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Karolin mengungkapkan bahwa kondisi RSUD Landak saat ini sudah tidak lagi mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Fasilitas yang tersedia dinilai belum mengalami pengembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sementara jumlah pasien terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tingkat keterisian tempat tidur kita sudah sangat tinggi. Kalau sekarang mau kirim pasien ke rumah sakit Landak itu agak susah karena penuh terus, kita dikomplain terus,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak telah menyiapkan masterplan pembangunan rumah sakit dalam tiga tahap. Pada tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada gedung rawat inap baru yang dirancang tanpa mengganggu operasional pelayanan kesehatan yang sedang berjalan.

Karolin memastikan seluruh aspek pendukung proyek telah dipersiapkan, termasuk ketersediaan lahan dan skema pelaksanaan pembangunan sehingga proyek dapat segera dijalankan apabila dukungan anggaran tersedia.

“Pokoknya ini lahan tidak ada masalah, operasional rumah sakit tidak ada masalah. Kalau memang ada dananya, tinggal tancap saja. Sisanya urusan saya,” tegasnya.

Langkah jemput bola yang dilakukan Karolin menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Landak dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal daerah. Dengan dukungan pemerintah pusat, pembangunan Pasar Rakyat dan revitalisasi RSUD Landak diharapkan dapat segera terealisasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Landak.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play