Kondisi rumah Hairiah (49) bantaran Sungai Kapuas, tepatnya di Jalan Kom Yos Soedarso, Gang Sapraja Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, ambruk. SUARAKALBAR.CO.ID/ Foto Harif Darman-RPK21.SUARASANGGAU/SK.jpeg)
Peristiwa mengejutkan itu dialami Hairiah (49) dan anaknya. Saat rumah ambruk, Hairiah tengah merapikan sarung bantal di ruang tamu, sementara anaknya berada di dalam kamar. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, bangunan yang mereka tempati mendadak runtuh.
“Kami berdua ada di dalam rumah. Anak saya di kamar, saya di ruang tamu. Tiba-tiba rumah langsung ambruk,” tutur Hairiah saat ditemui di lokasi kejadian.
Suara keras dari runtuhan bangunan memicu kepanikan. Anak Hairiah yang berada di dalam kamar sempat berteriak ketakutan, sementara warga sekitar bergegas mendatangi lokasi setelah mendengar suara ambruknya rumah tersebut.
Warga bersama sejumlah relawan yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pertolongan dan memastikan kedua penghuni rumah berhasil keluar dalam keadaan selamat. Kejadian itu pun menjadi perhatian masyarakat sekitar karena terjadi secara mendadak tanpa adanya tanda kerusakan yang mencolok sebelumnya.
Hairiah mengungkapkan dirinya bersama sang suami berasal dari Kabupaten Kayong Utara. Suaminya lebih dahulu merantau ke Pontianak pada November tahun lalu, sementara dirinya menyusul sebulan kemudian. Rumah yang ambruk tersebut bukan milik mereka, melainkan rumah kerabat yang dipinjamkan untuk ditempati karena sedang kosong.
“Kami tidak pernah menyangka rumah ini akan ambruk. Namanya musibah, datangnya tidak bisa diprediksi,” ujarnya dengan nada sedih.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan kerentanan bangunan yang berada di kawasan bantaran sungai, terutama yang berdiri di atas struktur tanah yang berpotensi mengalami pergeseran atau penurunan. Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap rumah-rumah di kawasan rawan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ambruknya rumah tersebut menyebabkan kerugian material dan membuat para penghuni kehilangan tempat tinggal sementara. Warga sekitar bersama relawan turut membantu proses evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari puing-puing bangunan.[SK]