Wakil Bupati Sanggau Tutup Gawai Mpara Dio Pade Se-Tana' Taba II 2026, Tegaskan Pentingnya Lestarikan Budaya Dayak

Editor: Admin

Sanggau (Suara Sanggau) – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Gawai Mpara Dio Pade Se-Tana' Taba II Tahun 2026 di Rumah Betang Radank Taba, Desa Menyabo, Kecamatan Tayan Hulu, Minggu (29/6/2026). Penutupan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, para tamu undangan, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Kegiatan tersebut menjadi puncak perayaan gawai adat yang selama beberapa hari terakhir berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, Gawai Mpara Dio Pade juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan serta menjaga kelestarian adat dan budaya masyarakat Dayak di Kabupaten Sanggau.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Susana Herpena menegaskan bahwa tradisi budaya merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan kearifan lokal yang harus terus dijaga di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para tokoh adat, tetapi juga membutuhkan peran aktif generasi muda agar identitas budaya daerah tetap terjaga dan tidak tergerus oleh modernisasi.

"Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan meneruskan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Sanggau," ujar Susana.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, tokoh adat, serta masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan Gawai Mpara Dio Pade Se-Tana' Taba II. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam melestarikan budaya.

Gawai Mpara Dio Pade Se-Tana' Taba merupakan agenda budaya yang digelar secara rutin di Kecamatan Tayan Hulu sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi masyarakat Dayak sekaligus upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.

Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarmasyarakat, memperkuat identitas daerah, serta berpotensi mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Sanggau.

Dengan berakhirnya rangkaian Gawai Mpara Dio Pade Se-Tana' Taba II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sanggau berharap tradisi adat tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Barat yang mampu memperkuat persatuan, memperkenalkan kearifan lokal, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sanggau.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play