Kantor PT KSP Agro di Belitang Terbakar.SUARASANGGAU/SK.jpeg)
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kapolsek Belitang IPDA Fahrurrazi mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Selain mengamankan lokasi kejadian, petugas juga melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.
“Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan karyawan PT KSP Agro, api pertama kali diketahui saat ia datang ke kantor untuk melakukan absensi. Ketika mendekati bangunan, api sudah terlihat membesar dan membakar kantor perusahaan,” ujar IPDA Fahrurrazi, Kamis (9/7/2026).
Mengetahui adanya kebakaran, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan. Sementara menunggu bantuan, para karyawan bersama warga sekitar berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) milik perusahaan serta mesin pompa air milik warga.
Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Berkat kerja sama antara karyawan, masyarakat, dan pihak terkait, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.00 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan kantor. Sejumlah fasilitas dan aset perusahaan yang berada di dalam gedung diduga ikut terdampak, sementara nilai kerugian material hingga kini masih dalam proses pendataan.
Kapolsek Belitang menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik. Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Personel Polsek Belitang telah mengamankan TKP dan meminta keterangan para saksi. Selanjutnya, olah TKP akan dilakukan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Sekadau untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus melengkapi proses penyelidikan,” jelasnya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap berbagai kemungkinan yang menjadi pemicu kebakaran. Pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta olah tempat kejadian perkara akan terus dilakukan guna memperoleh kesimpulan yang akurat terkait penyebab insiden tersebut.
Polisi juga mengimbau perusahaan maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan instalasi listrik, mengingat korsleting masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran bangunan di berbagai wilayah.
Sementara itu, pihak perusahaan bersama aparat terkait masih melakukan inventarisasi terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. Hasil penyelidikan dan total kerugian diperkirakan akan diketahui setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.[SK]