MABM Mempawah Siap Gelar Rakerda VI 2026, Bahas Program Strategis Pelestarian Budaya Melayu

Editor: Redaksi

Jajaran pengurus DPD MABM Mempawah foto bersama usai pelantikan beberapa waktu lalu.SUARASANGGAUSK
Mempawah (Suara Sanggau) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Mempawah menyatakan kesiapan penuh untuk menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-VI Tahun 2026 yang akan berlangsung di Rumah Budaya Melayu Mempawah, Jalan Raden Kusno, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, pada Jumat (24/7/2026) mulai pukul 12.30 WIB atau setelah pelaksanaan Salat Jumat.

Rakerda yang menjadi agenda tahunan organisasi tersebut diproyeksikan sebagai forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, mengevaluasi program kerja, sekaligus memperkuat peran MABM dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu di Kabupaten Mempawah.

Ketua Panitia Rakerda VI, Erfiza, didampingi Sekretaris Panitia Afrizal, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan teknis maupun administrasi telah dilakukan sehingga pelaksanaan kegiatan siap digelar sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, berbagai persiapan sudah kita lakukan. Insya Allah, Rakerda ke-VI siap digelar,” ujar Erfiza, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, Rakerda VI akan dipimpin langsung oleh Ketua DPD MABM Kabupaten Mempawah, HM Ali Bakar, dan diikuti seluruh jajaran pengurus MABM Kabupaten Mempawah sebagai peserta utama.

Erfiza menjelaskan, forum tersebut memiliki peran penting dalam menentukan arah perjalanan organisasi ke depan, sekaligus menjadi wadah konsolidasi pengurus dalam menghadapi berbagai tantangan pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.

“Rakerda merupakan forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat peran MABM dalam pelestarian adat dan budaya Melayu di Kabupaten Mempawah,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Rakerda VI akan membahas sejumlah agenda penting, di antaranya menjalankan amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MABM Kalimantan Barat, menyusun program kerja jangka panjang, menengah, dan pendek, serta merumuskan berbagai rekomendasi yang dapat menjadi kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.

Selain itu, peserta juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya, khususnya yang berkaitan dengan upaya pelestarian adat istiadat, nilai-nilai budaya Melayu, dan penguatan identitas budaya masyarakat Mempawah.

Tidak hanya itu, Rakerda juga akan membahas persiapan partisipasi MABM Kabupaten Mempawah dalam Festival Melayu Kalimantan Barat Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Pontianak.

“Rakerda juga akan membahas persiapan keikutsertaan MABM Mempawah pada Festival Melayu Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kota Pontianak, sekaligus mempererat silaturahmi antar pengurus,” kata Erfiza.

Panitia berharap seluruh pengurus dapat hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap pembahasan, mengingat hasil Rakerda nantinya akan menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan organisasi untuk periode mendatang.

Menurut Erfiza, keterlibatan seluruh pengurus sangat penting agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan organisasi serta mampu menjawab tantangan pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Mempawah.

“Melalui Rakerda ke-VI ini, DPD MABM Kabupaten Mempawah diharapkan semakin solid dalam menjalankan visi pelestarian adat dan budaya Melayu, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat demi mendukung pembangunan Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.

Rakerda VI MABM Kabupaten Mempawah diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Melayu agar tetap lestari, berkembang, dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas daerah yang berharga.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play