Tuna Netra di Sanggau Rasakan Euforia Piala Dunia 2026 Lewat Reportase Audio RRI

Editor: Admin

Warga Tuna Netra juga bisa merasakan euphoria piala dunia 2026. SUARASANGGAU/SK
Sanggau (Suara Sanggau) – Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat yang dapat menyaksikan pertandingan secara visual. Penyandang disabilitas tuna netra di Kabupaten Sanggau juga turut merasakan atmosfer ajang sepak bola dunia tersebut melalui program Dengar Bareng (Debar) yang digelar RRI Sanggau.

Keseruan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina dinikmati para penyandang tuna netra melalui reportase audio langsung RRI Sanggau pada Kamis dinihari (16/7/2026). Melalui siaran tersebut, mereka dapat mengikuti jalannya pertandingan dan membayangkan setiap momen di lapangan hijau.

Salah seorang penyandang tuna netra, Adriansyah, mengaku pengalaman tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya ia dapat mengikuti siaran langsung pertandingan Piala Dunia.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti siaran langsung Piala Dunia. Seru, ikut deg-degan apalagi pas mau gol,” ungkap Adriansyah.

Menurutnya, program Dengar Bareng RRI memberikan pengalaman berbeda bagi penyandang disabilitas netra. Sebelumnya, ia hanya mengetahui perkembangan pertandingan dari cerita orang lain tanpa bisa merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.

“Biasanya euforia Piala Dunia hanya bisa diketahui dari cerita para tetangga. Mereka hanya bilang ini menang, itu menang. Tapi ceritanya tidak bisa dirasakan,” ujarnya.

Namun melalui reportase audio, Adriansyah merasa seolah berada langsung di dalam stadion. Deskripsi jalannya pertandingan dari penyiar membuatnya mampu membayangkan pergerakan pemain hingga momen ketika bola mendekati gawang.

“Yang saya rasakan hari ini seperti benar-benar ada di lapangan. Saya bisa membayangkan pemain membawa bola menuju gawang,” tuturnya.

Adriansyah menyampaikan apresiasi kepada RRI yang menghadirkan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menikmati perhelatan olahraga internasional secara lebih inklusif. Menurutnya, akses informasi yang ramah disabilitas menjadi hal penting agar semua masyarakat dapat merasakan kebahagiaan yang sama.

Sementara itu, Kepala RRI Entikong dan SP Sanggau, Riswandi, mengatakan program Dengar Bareng memang dirancang khusus bagi masyarakat yang tidak dapat menikmati pertandingan melalui tayangan visual.

Menurutnya, Piala Dunia merupakan momen kebersamaan yang seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Semangatnya adalah, kami ingin kebahagiaan menyaksikan Piala Dunia ini bukan hanya milik beberapa orang saja, tetapi untuk kita semua, termasuk teman-teman tuna netra,” ujar Riswandi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas sekaligus memperkuat semangat kesetaraan dalam memperoleh akses informasi dan hiburan.

Melalui program Dengar Bareng, RRI Sanggau menghadirkan pengalaman baru bagi penyandang tuna netra untuk ikut merasakan kemeriahan Piala Dunia 2026, membuktikan bahwa olahraga mampu menyatukan semua kalangan tanpa batas.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play