Kecelakaan Ambulans AMPC di Singkawang Berakhir Damai, Korban Dapat Bantuan Pengobatan

Editor: Admin

Musibah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan ambulans komunitas sosial Anak Mempawah Punya Cerita (AMPC), di kawasan Sakok, Kota Singkawang, akhirnya diselesaikan secara damai melalui jalur kekeluargaan, Senin (27/7/2026).SUARASANGGAU/SK
Mempawah (Suara Sanggau) – Musibah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan ambulans komunitas sosial Anak Mempawah Punya Cerita (AMPC), sebuah truk, dan sepeda motor di kawasan Sakok, Kota Singkawang, akhirnya diselesaikan secara damai melalui jalur kekeluargaan.

Kesepakatan damai tersebut dicapai setelah seluruh pihak yang terlibat sepakat bahwa peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 08.15 WIB itu merupakan musibah yang tidak mengandung unsur kesengajaan. Penyelesaian secara kekeluargaan pun dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan semangat kebersamaan.

Proses perdamaian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama berlangsung beberapa jam setelah kejadian antara pihak AMPC Mempawah dan pengemudi truk KB 8954 L, Yusni Matnor. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tanpa melanjutkan ke proses hukum.

Sementara itu, tahap kedua dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) di Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Singkawang. Pertemuan tersebut mempertemukan pihak AMPC Mempawah dengan pengendara sepeda motor KB 2870 YL, Tjhong Hendy, yang turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Akibat insiden tersebut, Tjhong Hendy mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka pada bagian dagu dan lidah serta retak pada kedua pergelangan tangan. Korban kemudian menjalani operasi dan mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Vincensius Singkawang.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, AMPC Mempawah menyatakan kesiapannya membantu biaya pengobatan korban selama menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, komunitas sosial tersebut juga akan membantu biaya perbaikan sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan.

Ketua AMPC Mempawah, Adi Santoso, mengaku bersyukur karena permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.

Ia mewakili seluruh keluarga besar AMPC Mempawah menyampaikan permohonan maaf kepada pengemudi truk maupun kepada Tjhong Hendy atas musibah yang terjadi.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas musibah ini. Peristiwa ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan semakin berhati-hati dalam perjalanan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Adi.

Adi juga menyampaikan apresiasi kepada Satlantas Polres Singkawang yang dinilai telah menangani proses penyelesaian perkara secara profesional, objektif, dan mengedepankan pendekatan humanis sehingga tercapai kesepakatan damai yang diterima seluruh pihak.

Menurutnya, saat kecelakaan terjadi, ambulans AMPC sedang menjalankan tugas sosial dengan mengantarkan seorang pasien asal Kabupaten Mempawah untuk menjalani pemeriksaan penyakit ginjal di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.

Meski sempat terhambat akibat kecelakaan, pasien yang berada di dalam ambulans dipastikan selamat dan tetap dapat melanjutkan pemeriksaan kesehatan setelah mendapat bantuan ambulans pengganti dari Rumah Sakit Santo Vincensius Singkawang.

Adi menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan mengurangi semangat relawan AMPC dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan yang selama ini menjadi komitmen organisasi.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Musibah ini menjadi pelajaran berharga agar seluruh relawan semakin mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” katanya.

AMPC Mempawah selama ini dikenal aktif memberikan layanan ambulans gratis dan bantuan sosial kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, pihaknya memastikan pelayanan kepada warga Kabupaten Mempawah dan daerah sekitarnya akan terus berjalan dengan tetap mengedepankan standar keselamatan yang lebih baik.

Penyelesaian damai atas kecelakaan tersebut menjadi contoh bahwa musibah di jalan raya dapat disikapi secara bijaksana melalui komunikasi yang baik, rasa saling memahami, serta semangat kekeluargaan. Seluruh pihak berharap kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayanan kemanusiaan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play