Desa Kenyauk Deklarasikan ODF, Sekda Sintang Apresiasi Komitmen Warga Wujudkan Sanitasi Sehat

Editor: Redaksi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, menghadiri deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan yang dilaksanakan masyarakat Desa Kenyauk, Kecamatan Sepauk, Selasa (21/7/2026).SUARASANGGAU.SK
Sintang (Suara Sanggau) – Komitmen masyarakat Desa Kenyauk, Kecamatan Sepauk, dalam mewujudkan lingkungan sehat dan bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF) mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Hal tersebut ditandai dengan deklarasi ODF yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, Selasa (21/7/2026).

Deklarasi tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sintang, sekaligus menambah jumlah desa yang berhasil mencapai status ODF di daerah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Kenyauk itu turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Rosa Trifina, Project Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) Wilayah Sintang-Melawi Margareta Siregar, Camat Sepauk, Kepala Puskesmas Sepauk, Kepala Desa Kenyauk, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kartiyus menyampaikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat Desa Kenyauk yang tidak hanya mendeklarasikan stop buang air besar sembarangan, tetapi juga telah menerapkan dua pilar lain dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yakni cuci tangan pakai sabun dan pengelolaan air minum serta makanan rumah tangga.

“Saya bangga masyarakat Desa Kenyauk sudah berani mendeklarasikan tiga pilar STBM. Kalau bisa, ke depan dilanjutkan lagi dengan pengelolaan limbah cair dan sampah rumah tangga. Desa Kenyauk menjadi desa ke-176 di Kabupaten Sintang yang telah mendeklarasikan ODF,” ujar Kartiyus.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kartiyus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong seluruh desa, khususnya yang telah berstatus desa mandiri, agar mampu memenuhi standar sebagai desa ODF. Ia menilai sanitasi yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kartiyus juga menyampaikan penghargaan kepada Wahana Visi Indonesia (WVI) yang selama 12 tahun telah mendampingi Pemerintah Kabupaten Sintang dalam berbagai program pembangunan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Wahana Visi Indonesia yang telah banyak membantu Pemkab Sintang selama 12 tahun dan kini akan segera mengakhiri program pendampingannya,” katanya.

Meski demikian, Kartiyus mengakui capaian ODF di Kecamatan Sepauk masih perlu ditingkatkan. Dari total 40 desa yang ada, baru 18 desa atau sekitar 45 persen yang telah mendeklarasikan ODF, sementara sisanya masih berproses menuju status tersebut.

“Di Kabupaten Sintang, baru Kecamatan Binjai Hulu yang telah mendeklarasikan ODF tingkat kecamatan. Desa Kenyauk patut menjadi contoh karena meskipun berada di bantaran Sungai Kapuas dengan berbagai tantangan keterbatasan sanitasi, masyarakatnya mampu mencapai status ODF,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rosa Trifina, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 176 dari total 401 desa dan kelurahan di Kabupaten Sintang telah mendeklarasikan ODF atau mencapai sekitar 43,24 persen.

Menurutnya, deklarasi ODF bukan hanya sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan perubahan perilaku masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

“Deklarasi ODF bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung program kesehatan, khususnya sanitasi lingkungan. Selain itu juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan, menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan, mencegah stunting, serta meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan,” terang Rosa.

Ia menambahkan bahwa penerapan ODF memiliki dampak besar terhadap pencegahan berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, demam berdarah, dan penyakit menular lainnya yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan.

“ODF merupakan bagian penting dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan akses sanitasi dasar untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager Wahana Visi Indonesia Wilayah Sintang-Melawi, Margareta Siregar, menyampaikan bahwa deklarasi ODF Desa Kenyauk juga menjadi momentum penutupan program pendampingan WVI di Kabupaten Sintang setelah lebih dari satu dekade berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Wahana Visi Indonesia adalah organisasi sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja membawa perubahan bagi kehidupan anak, keluarga, dan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang,” ujarnya.

Margareta menegaskan bahwa inti dari seluruh program yang dijalankan WVI adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

“Poin utama kami adalah perubahan perilaku manusia. Melalui deklarasi stop buang air besar sembarangan ini, kita sedang menjaga kebersihan sebagai bagian dari nilai keimanan, sekaligus menjaga hubungan yang baik dengan sesama melalui lingkungan yang sehat dan bersih,” pungkasnya.

Deklarasi ODF Desa Kenyauk diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sintang untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi, kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup sehat sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan bebas stunting.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play