| Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Dusun Beginjan, Desa Beginjan, Senin (20/7/2026) pagi.SUARASANGGAU |
Kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab DBD sekaligus mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan fogging melibatkan berbagai unsur, di antaranya Bhabinkamtibmas Desa Beginjan Aipda M.J. Sianipar, Babinsa Sertu Faruk, petugas Puskesmas, aparatur desa, serta warga setempat. Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan upaya pencegahan berjalan efektif dan menjangkau seluruh area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polri turut mendampingi dan memantau proses pengasapan dari rumah ke rumah agar pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran. Warga juga diajak berpartisipasi aktif dengan membuka akses ke lingkungan rumah masing-masing sehingga proses fogging dapat dilakukan secara maksimal.
Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh berbagai langkah yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat, termasuk upaya pencegahan penyebaran DBD.
“Sinergi ini menunjukkan kepedulian bersama dalam menjaga masyarakat dari ancaman penyakit. Namun, fogging saja tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran DBD,” ujar Kusdarwanto.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, warga diimbau untuk secara rutin menerapkan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan yang paling efektif.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, hingga muncul bintik merah pada kulit. Apabila mengalami gejala tersebut, warga diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis sejak dini.
Kegiatan fogging yang dilaksanakan secara kolaboratif ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Beginjan. Warga berharap langkah tersebut dapat menekan risiko penyebaran DBD sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kerja sama antara Polri, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan Desa Beginjan tetap terjaga dari ancaman penyakit DBD serta tercipta lingkungan yang sehat, bersih, dan aman bagi seluruh warga.[Hermansyah]