Sanggau (Suara Sanggau) – Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau turut berpartisipasi dalam kegiatan Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan serta Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan layanan kesehatan reproduksi.
Kepala Bidang Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Stephanus Jonedi, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat harus didukung oleh sinergi seluruh elemen, termasuk penyuluh agama yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan sosial maupun keagamaan,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, H. Nasri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara sektor kesehatan dan keagamaan menjadi langkah penting dalam mendukung berbagai program kesehatan pemerintah.
Menurut H. Nasri, pendekatan keagamaan dapat menjadi salah satu sarana efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat, terutama terkait pentingnya menjaga gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting.
“Kolaborasi antara sektor kesehatan dan keagamaan sangat penting dalam mendukung program kesehatan melalui pendekatan sosial dan keagamaan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait penguatan jejaring layanan Gizi, KIA, dan Kespro, mekanisme supervisi fasilitatif, serta strategi membangun kerja sama lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Supervisi fasilitatif juga menjadi salah satu pembahasan utama sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan koordinasi tersebut, diharapkan hubungan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau semakin kuat, sehingga berbagai program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sanggau yang lebih sehat, sejahtera, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.[Hermansyah]
