Gubernur Ria Norsan Dorong Lahirnya Generasi Qurani untuk Perkuat Masa Depan Kalbar

Editor: Admin

Gubernur Kalbar Ria Norsan Hadiri Tabligh Akbar dan Wisuda Santri Pondok Tahfidz Ashqaf.SUARASANGGAU?SK

Pontianak (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Norsan, menghadiri kegiatan Tabligh Akbar sekaligus Wisuda Santri dan Santriwati Pondok Tahfidz Ashqaf serta Jamaah Majelis Taklim Nurul Jannah yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (21/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut.

Menurutnya, wisuda para penghafal Al-Qur’an bukan hanya sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi momentum penting bagi para santri dan santriwati untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam mengamalkan ilmu serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menyiapkan generasi penerus yang berakhlak mulia,” ujar Ria Norsan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar Yayasan Masjid Ashqaf Indonesia, pengurus majelis taklim, pengasuh Pondok Tahfidz Ashqaf dan Maryam College, para donatur, ustaz dan ustazah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Mengangkat tema “Gema Muharram, Cahaya Qur’an untuk Membangun Peradaban Generasi Qurani”, Ria Norsan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kemajuan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun perkembangan teknologi.

Menurutnya, kemajuan sejati juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, keimanan, serta akhlak yang baik.

“Peradaban yang kuat lahir dari manusia yang berilmu, beriman, berakhlak, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” katanya.

Gubernur menjelaskan, semangat hijrah yang terkandung dalam momentum Muharram harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas, memperkuat persatuan, serta mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.

Ia berpesan kepada para santri dan santriwati yang telah diwisuda agar terus menuntut ilmu dan tidak berhenti belajar sepanjang hayat.

“Menuntut ilmu tidak ada batasnya, dari ayunan sampai ke liang lahat. Niatkan menuntut ilmu dengan baik agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah. Ilmu yang berkah akan membawa keberhasilan dalam menjalani kehidupan di dunia,” pesan Norsan.

Selain itu, Ria Norsan mengingatkan para santri untuk selalu menghormati dan menghargai jasa para guru yang telah mendidik serta membimbing mereka.

Menurutnya, generasi unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibarengi karakter kuat, akhlak mulia, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kemampuan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Jangan lupa berterima kasih kepada guru kita supaya ilmu yang didapat menjadi berkah. InsyaAllah, ilmu itu akan membimbing kita menjalani kehidupan dengan baik di dunia dan menjadi bekal di akhirat,” tutupnya.

Kegiatan Tabligh Akbar dan Wisuda Santri tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan nilai keagamaan sekaligus upaya bersama dalam mencetak generasi Qurani yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Barat di masa mendatang.[SK}

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play