![]() |
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan itu dihadiri Ketua Program Studi PAI, Putri Handayani Lubis, M.Si, Ketua HMPS PAI Rangga, mahasiswa Program Studi PAI, serta 15 anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman Pontianak yang menjadi penerima santunan.
Momentum Muharram dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Dalam sambutannya, Putri Handayani Lubis mengapresiasi inisiatif HMPS PAI yang telah menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, bulan Muharram merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
“Momentum Muharram hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan rasa empati kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam di lingkungan Prodi PAI,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata. Mahasiswa, katanya, harus dibentuk menjadi generasi yang memiliki kepekaan sosial dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua HMPS PAI, Rangga, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam menumbuhkan budaya berbagi dan mempererat silaturahmi dengan anak-anak yatim.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghadirkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat nilai-nilai kemanusiaan serta keislaman,” katanya.
Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Husnul Halikin, S.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Muharram sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ia menekankan bahwa menyantuni anak yatim merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan menjadi wujud nyata kehadiran nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana haru dan kebahagiaan pun menyelimuti acara saat santunan diserahkan kepada 15 anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman Pontianak. Senyum bahagia yang terpancar dari wajah para penerima menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Melalui kegiatan Gema Muharram dan Santunan Anak Yatim ini, HMPS PAI bersama Prodi PAI FTIK IAIN Pontianak berharap dapat terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain menjadi wadah penguatan nilai-nilai keislaman, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual, berkarakter religius, serta memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi.[sk]
