Sekadau (Suara Sanggau) – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sekadau dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Bedah Rumah yang saat ini tengah dibangun untuk seorang mustahik bernama Marsiti di Desa Tigur Jaya, Kecamatan Sekadau Hilir..jpg)
Baznas Sekadau melakukan monitoring program bedah rumah di Desa Tugur Jaga, Minggu (31/5/2026).SUARASANGGAU/SK
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, Ketua BAZNAS Kabupaten Sekadau, Rusmin Nuryadin, bersama Wakil Ketua II Bidang Penyaluran, Kundori, melakukan monitoring langsung ke lokasi pembangunan, Minggu (31/5/2026). Kunjungan tersebut turut disambut perangkat desa setempat yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Monitoring dilakukan guna melihat secara langsung perkembangan pembangunan rumah sekaligus memastikan bantuan yang diberikan dapat segera dimanfaatkan oleh penerima manfaat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan rumah milik Marsiti telah mencapai sekitar 75 persen. Sejumlah pekerjaan utama telah rampung, sementara beberapa tahap akhir masih dalam proses penyelesaian, di antaranya pembangunan septiktank dan plester dinding bangunan.
Di tengah proses pembangunan tersebut, Marsiti yang hidup seorang diri untuk sementara waktu menempati sebuah pondok sederhana yang dibangun di samping rumah yang sedang dikerjakan. Kondisi itu menjadi gambaran nyata perjuangan warga kurang mampu yang sangat membutuhkan bantuan untuk memperoleh hunian yang layak.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sekadau, Rusmin Nuryadin, mengatakan Program Bedah Rumah merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu agar dapat tinggal di rumah yang aman, sehat, dan nyaman.“Program Bedah Rumah BAZNAS merupakan program kemanusiaan yang bertujuan untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni milik fakir miskin agar menjadi rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” ujar Rusmin.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat melalui BAZNAS untuk membantu meningkatkan kualitas hidup para mustahik.
Rusmin berharap pembangunan rumah Marsiti dapat segera selesai sehingga penerima manfaat dapat menempati rumah yang lebih layak dan nyaman.“Kami berharap bantuan yang disalurkan oleh BAZNAS, baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten, dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima. Kami juga mengajak seluruh umat Muslim untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS agar dapat dikelola secara amanah dan profesional,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan berbagai program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan BAZNAS tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi tersebut.
Dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan akuntabel, dana yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Program RTLH BAZNAS Kabupaten Sekadau diharapkan tidak hanya membantu menghadirkan hunian yang layak bagi para mustahik, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Lawang Kuari.[SK]