Sanggau (Suara Sanggau) – Aktivitas masyarakat di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu (11/1/2026) pagi, berangsur kembali normal seiring surutnya banjir yang sebelumnya merendam sejumlah wilayah. Air yang sempat menggenangi Desa Suruh Tembawang, Desa Pala Pasang, dan Desa Entikong kini telah surut, menyisakan endapan lumpur di rumah-rumah warga.
Salah seorang warga Entikong, Syaiful, mengatakan saat ini masyarakat fokus melakukan pembersihan sisa lumpur akibat banjir yang melanda beberapa hari terakhir.
“Air sudah surut, sekarang kami tinggal membersihkan sisa lumpur yang mengendap di rumah akibat banjir,” ungkap Syaiful saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu pagi.
Ia menjelaskan, ketinggian air yang masuk ke rumahnya sempat mencapai sekitar 20 sentimeter, menyebabkan sebagian perabotan rumah tangga terendam. Beberapa barang sempat berhasil diamankan, namun ada pula yang tidak terselamatkan.
“Air masuk ke rumah sekitar 20 sentimeter. Sebagian isi rumah terendam, ada yang sempat kami amankan, tapi sofa tidak bisa diselamatkan karena lebih dulu terendam. Air mulai surut pada sore hari,” tuturnya.
Sementara itu, meski kondisi di Kecamatan Entikong sudah membaik dan arus lalu lintas kembali lancar, kemacetan masih terjadi di wilayah Kecamatan Beduai. Hal tersebut disebabkan masih adanya genangan air di ruas jalan nasional.
Kapolsek Beduai, AKP Hery Triyana, S.H., menyampaikan bahwa kendaraan belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Sanggau maupun Pontianak karena jalan negara di Desa Bereng Berkawat, Kecamatan Beduai, masih tergenang air.
“Untuk sementara kendaraan belum bisa melintas. Air di Desa Bereng Berkawat masih bertahan sehingga arus lalu lintas terhenti,” jelas AKP Hery Triyana saat dikonfirmasi, Minggu pagi.
Ia menambahkan, apabila hari ini tidak turun hujan, ada kemungkinan debit air akan segera surut dan akses jalan kembali normal. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada meskipun air mulai surut, karena kondisi cuaca masih berpotensi berubah,” pungkasnya.[Hermansyah]
