BNPB Salurkan Bantuan Rp508 Juta untuk Penanggulangan Bencana di Sanggau

Editor: Admin

Wakil Bupati Sanggau saat menerima secara simbolis bantuan dan BNPB Pusat.SUARASANGGAU/SK

Sanggau
(Suara Sanggau) — Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, menerima dukungan logistik dan peralatan kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Sanggau.

Penyerahan bantuan senilai Rp508.930.000,00 itu dilakukan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, di Aula Daranante, Kantor Bupati Sanggau, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini turut disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danki Yon TP/833, Komandan Brimob, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BNPB Pusat atas dukungan logistik dan peralatan yang dinilainya sangat berarti, terutama bagi petugas di lapangan dan masyarakat yang terdampak bencana banjir.

“Bantuan yang diterima meliputi 200 paket sembako, 200 lembar selimut, 200 unit matras, satu unit perahu poly beserta mesin 40 PK, 50 unit velbed, 30 unit handy talky (HT), serta 50 unit kasur lipat,” ungkap Susana.

Wabup menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam penanggulangan bencana melalui penguatan sinergi pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kehadiran Deputi Bidang Pencegahan BNPB sebagai representasi pemerintah pusat dinilai semakin memperkuat sinergi lintas sektor tersebut.

“Komitmen ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak,” ujar Susana.

Melalui sinergi tersebut, lanjutnya, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung (batingsor) di Kabupaten Sanggau diharapkan semakin optimal. Setiap instansi dan pemangku kepentingan didorong untuk menyiapkan sarana, prasarana, serta sumber daya sejak dini.

Susana juga menyoroti dampak bencana yang tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga non-materiil, seperti meningkatnya risiko penyakit kulit, gangguan pencernaan, demam berdarah, hingga malaria.

Menindaklanjuti kondisi tersebut serta memperhatikan perkembangan cuaca, Pemerintah Kabupaten Sanggau telah menetapkan status siaga melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 27/BPBD/2026 tertanggal 5 Januari 2026.

“Status siaga ini dapat ditingkatkan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat apabila kondisi di lapangan semakin memburuk,” jelasnya.

Dengan penetapan status siaga darurat tersebut, Pemkab Sanggau akan segera membentuk dan mengaktifkan Komando Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Batingsor guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terpadu.

“Langkah ini dilakukan agar penanganan bencana dapat dilaksanakan sesuai standar dan prosedur penanganan darurat, sejalan dengan visi Sanggau maju, berkelanjutan, dan berkeadilan,” tambahnya.

Wabup berharap seluruh satuan tugas penanggulangan batingsor terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan, mitigasi, serta peningkatan kewaspadaan dini, sehingga dapat bekerja secara maksimal, efektif, dan efisien.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan dalam penanggulangan bencana, khususnya kepada BNPB atas bantuan logistik dan peralatan ini,” pungkasnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini