Gubernur Ria Norsan Tinjau RSUD MTh Djaman Sanggau, Dorong Penguatan Rumah Sakit Rujukan Regional

Editor: Admin

Gubernur Ria Norsan Tinjau RSUD Sanggau. Siap Suport Untuk Jadi RS Rujukan.SUARASANGGAU/SK
Sanggau (Suara Sanggau) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan peninjauan ke RSUD MTh Djaman Sanggau dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Sanggau, Rabu (25/02/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Kepala Dinas Kesehatan Sanggau Ginting, Direktur RSUD MTh Djaman Sanggau Roy Naibaho, serta sejumlah tenaga medis dan jajaran manajemen rumah sakit.

Usai melakukan peninjauan sejumlah fasilitas dan ruang pelayanan, Ria Norsan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar sebelumnya telah menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit tipe C di Kabupaten Kubu Raya dengan anggaran dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp170 miliar.

“Nah, kita sudah sampaikan kepada Pak Menteri Kesehatan kemarin bahwa kita perlu tiga lagi supaya nanti tidak menumpuk di rumah sakit provinsi rujukannya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tiga rumah sakit tambahan yang diajukan tersebut direncanakan tersebar di beberapa wilayah strategis Kalimantan Barat. Satu rumah sakit akan dibangun di daerah pedalaman, dengan opsi lokasi di Kabupaten Sanggau atau Sintang. Kemudian satu lagi di wilayah pesisir, yang kemungkinan ditempatkan di Sambas atau Sungai Duri Besar. Sementara satu rumah sakit lainnya direncanakan di Kabupaten Ketapang untuk menjadi rujukan bagi Kabupaten Kayong Utara dan sekitarnya.

“Kita berharap nanti dari tiga yang kita ajukan itu bisa mengurangi beban rujukan ke rumah sakit provinsi,” tambahnya.

Terkait fasilitas di RSUD MTh Djaman Sanggau, Gubernur menilai secara umum sudah cukup memadai sesuai dengan statusnya sebagai rumah sakit tipe C. Bahkan, menurutnya, sejumlah peralatan medis modern telah tersedia, seperti CT Scan dan Cathlab, serta didukung sekitar 30 dokter spesialis.

“Untuk sekarang RSUD ini sudah memiliki beberapa alat kesehatan seperti CT Scan, Cathlab dan lainnya, serta juga sudah ditunjang dengan dokter spesialis sebanyak 30 orang,” jelasnya.

Namun demikian, untuk dapat naik status menjadi rumah sakit tipe B, masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya ketersediaan minimal 300 hingga 400 tempat tidur rawat inap serta kelengkapan dokter spesialis di berbagai bidang.

“Nanti kita lihat kemampuan keuangan provinsi. Tapi kita tetap mensuport, kalau memang harus kita bantu ya kita bantu nanti. Ini untuk memecah supaya tidak semua dirujuk ke RS Sudarso di provinsi,” tegasnya.

Ia berharap ke depan RSUD MTh Djaman Sanggau dapat dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan regional, khususnya bagi wilayah sekitar seperti Kabupaten Landak, Sekadau, hingga Melawi, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih cepat, efektif, dan merata tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit provinsi.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini