Bupati Landak Pastikan Layanan Kesehatan Siaga Hadapi Kenaikan Kasus ISPA

Editor: Admin

Bupati Landak Karolin Margret Natasa.SUARASANGGAU/SK

 Landak (Suara Sanggau) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat dengan terpantau adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Merespons kondisi tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa memastikan jajaran kesehatan di wilayahnya siaga untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Karolin mengatakan, meski belum terjadi lonjakan kasus yang signifikan, tren peningkatan kasus ISPA telah terlihat sejak beberapa bulan terakhir, terutama sejak kabut asap mulai muncul pada Juli 2026.

“Dari kasus ISPA yang terlaporkan tidak ada peningkatan kasus yang signifikan. Peningkatan kasus ISPA telah terjadi dari bulan Juli akibat kabut asap,” ujar Karolin, Kamis (17/9/2026).

Saat ini, sebaran kasus ISPA tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Ngabang. Secara medis, kelompok rentan terhadap dampak gangguan pernapasan meliputi balita, ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta.

Namun, data di lapangan menunjukkan kelompok usia dewasa justru menjadi kategori dengan persentase kasus ISPA tertinggi. Karolin menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan tingginya aktivitas masyarakat dewasa di luar rumah.

“Dari data persentase kasus ISPA per kategori umur menunjukan usia dewasa menjadi urutan pertama, dikarenakan pada usia dewasa tingkat aktivitas atau kegiatan di luar rumah sangat tinggi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Karolin telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Landak agar memberikan penanganan secara maksimal. Ketersediaan obat-obatan untuk penanganan ISPA juga terus dipantau agar tetap mencukupi.

“Dinkes dan Puskesmas siaga 24 jam dengan mendirikan Posko Kesehatan dan posko oksigen. Saat ini obat ISPA di puskesmas selalu terpantau dan cukup,” tegasnya.

Pemkab Landak juga memperkuat pemantauan melalui sistem pelaporan digital yang terintegrasi. Setiap puskesmas diwajibkan melaporkan perkembangan kasus ISPA secara rutin sehingga kondisi kesehatan masyarakat dapat dipantau dari hari ke hari.

“Setiap puskesmas wajib melaporkan kasus ISPA setiap hari melalui aplikasi Kemenkes untuk memantau perkembangan kasus ISPA setiap harinya,” kata Karolin.

Di tengah kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif, Karolin mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan dampak polusi udara terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Masyarakat diminta menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker dan membatasi kegiatan di luar ruangan, jika tidak sangat penting,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala ISPA, seperti sesak napas, tarikan dinding dada ke dalam, napas berbunyi, demam tinggi terus-menerus, penurunan kesadaran, suara serak hingga tanda-tanda dehidrasi. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play