BAI Siapkan Empat Sumur Bor di Bukit Batu, Jadi Sumber Air Warga dan Antisipasi Karhutla

Editor: Admin

PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) saat menyalurkan air bersih di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.SUARASANGGAU/SK

 Mempawah (Suara Sanggau) – Musim kemarau tidak hanya meningkatkan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ketika sumber-sumber air mulai menyusut.

Kondisi tersebut mendorong PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) menyiapkan sumber air di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah. Sedikitnya empat titik sumur bor dengan kedalaman sekitar 40 meter direncanakan dibangun di wilayah tersebut.

Fasilitas itu disiapkan untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni menyediakan akses air bagi masyarakat serta menjadi sumber air darurat yang dapat mendukung kesiapsiagaan menghadapi karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Selain menyiapkan solusi jangka panjang, BAI juga bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau. Hingga saat ini, sebanyak delapan truk air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kepala Desa Bukit Batu, Harianto, mengatakan bantuan air bersih tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ketika ketersediaan air mulai terbatas akibat kemarau.

“Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat kami. Apalagi sekarang kondisi kemarau, tentu kebutuhan air bersih semakin meningkat,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Menurut Harianto, rencana pembangunan sumur bor menjadi kabar baik bagi warga karena menghadirkan sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air, terutama ketika kondisi kemarau semakin menyulitkan.

“Ini sangat membantu karena masyarakat tidak perlu terlalu jauh mencari sumber air. Dengan adanya sumber air seperti ini, beban masyarakat tentu bisa lebih ringan,” katanya.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan domestik, Harianto menilai keberadaan sumur bor juga memiliki fungsi strategis di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap karhutla.

Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi salah satu kebutuhan penting ketika terjadi kebakaran lahan.

“Selain untuk kebutuhan masyarakat, sumber air ini juga sangat penting ketika kita menghadapi kondisi seperti karhutla. Jadi, keberadaannya tentu sangat bermanfaat dan mudah-mudahan bisa mendukung upaya kita bersama dalam menghadapi musim kemarau,” jelasnya.

Ia berharap sedikitnya empat titik sumur bor yang direncanakan dapat menjangkau lebih banyak warga. Masyarakat juga diminta ikut menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Harapan kami, titik-titik sumur bor ini nantinya bisa memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Tentu fasilitas ini harus kita jaga bersama supaya bisa terus digunakan dan memberikan manfaat bagi warga,” tuturnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT BAI, Anshor Phasa, melalui Head of Department Government Relation & Corporate Communication, Yan Eka Milleza, mengatakan distribusi air bersih dan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari respons perusahaan terhadap kondisi kemarau yang tengah dihadapi masyarakat.

Menurut Yan Eka, distribusi air bersih menjadi langkah cepat untuk menjawab kebutuhan warga saat ini. Sebanyak delapan truk air telah disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional BAI.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kami melihat ada kebutuhan yang harus segera dijawab. Karena itu, BAI melakukan respons cepat melalui distribusi air bersih,” katanya.

Namun, bantuan air dengan armada truk dinilai hanya menjawab kebutuhan jangka pendek. Karena itu, BAI menyiapkan langkah lanjutan melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air yang dapat digunakan masyarakat secara lebih berkelanjutan.

“Distribusi air bersih ini merupakan respons cepat kami terhadap kondisi masyarakat saat ini. Namun, kami juga melihat perlunya solusi yang lebih berkelanjutan. Karena itu, pembangunan sumur bor menjadi bagian dari upaya kami untuk membantu menyediakan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Yan Eka.

Ia menjelaskan, sedikitnya empat titik sumur bor di Desa Bukit Batu diharapkan mampu memperluas akses warga terhadap sumber air bersih.

Pada saat bersamaan, fasilitas tersebut juga dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap kesiapsiagaan penanganan karhutla, mengingat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Musim kemarau bukan hanya berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, ketersediaan sumber air menjadi salah satu hal yang penting,” katanya.

Yan Eka menegaskan, BAI ingin dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat dalam jangka lebih panjang.

“Kami ingin keberadaan BAI bisa memberikan manfaat yang nyata. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan air bersih, kami berupaya merespons dengan cepat. Di sisi lain, kami juga menyiapkan sumber air yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Fasilitas sumur bor tersebut nantinya dapat dimanfaatkan warga secara gratis. BAI berharap masyarakat bersama pemerintah desa dapat menjaga dan mengelola fasilitas tersebut secara bersama-sama sehingga keberadaannya tetap memberikan manfaat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Dengan demikian, di tengah musim kemarau yang menekan ketersediaan air, sumber air yang disiapkan di Bukit Batu diharapkan tidak hanya menjadi solusi kebutuhan air masyarakat saat ini, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play