– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan solusi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hikam, Kabupaten Kayong Utara, melalui pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang kurang lebih dua kilometer dari sumber mata air Bukit Stegar, Desa Sutra, Kecamatan Sukadana.
Proyek infrastruktur air bersih tersebut dirampungkan sekaligus ditinjau langsung jajaran BAZNAS pada Senin (3/8/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah nyata dalam mendukung aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari para santri yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Peninjauan proyek dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Hamzah Tawil, didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kalbar Iswardani, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Kayong Utara H. Zulkaslim.
Rombongan BAZNAS bersama Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hikam, Kiai Mas Rofik, meninjau langsung jalur pipanisasi yang membentang dari sumber mata air Bukit Stegar menuju bak penampungan pesantren. Perjalanan menuju lokasi sumber air dilakukan dengan berjalan kaki melewati jembatan kayu di kawasan hutan.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Republik Indonesia, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, dan BAZNAS Kabupaten Kayong Utara sebagai upaya menghadirkan akses air bersih yang layak bagi lingkungan pesantren.
Jaringan pipanisasi sepanjang sekitar dua kilometer itu kini telah mengalirkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 santri dan santriwati, termasuk para ustaz dan ustazah yang menetap di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hikam.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Hamzah Tawil, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan.
“Alhamdulillah pada hari ini kami menyaksikan bagian daripada proses yang sedang berjalan untuk air bersih kebutuhan para santri-santriwati. Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzakki dan munfik yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalbar, BAZNAS Republik Indonesia, maupun BAZNAS Kayong Utara,” ujarnya.
Menurut Hamzah, program tersebut diharapkan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi karena manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para santri.
“Insyaallah ini menjadi amal jariyah sehingga para santri dapat memperoleh air yang bersih, layak, dan suci untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan sarana air bersih ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan secara profesional mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pendidikan Islam.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hikam, Kiai Mas Rofik, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya pembangunan penampungan serta jaringan pipanisasi air bersih yang sepenuhnya didukung melalui program BAZNAS.
Menurutnya, sumber mata air Bukit Stegar memiliki kualitas yang sangat baik sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk sebagai sumber air minum.
“Alhamdulillah saat ini saya berada di proyek penampungan air bersih yang pembangunannya keseluruhan dibiayai oleh program BAZNAS. Air di sini sangat layak, tidak hanya bisa digunakan untuk mandi dan bersih-bersih, tetapi juga untuk minum,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas pesantren, terutama dalam menunjang kehidupan ratusan santri yang sedang menuntut ilmu agama.
“Kami mendoakan seluruh donatur dan pihak yang terlibat senantiasa diberikan keberkahan atas infak pembangunan dan pipanisasi air bersih kepada pondok pesantren kami,” tuturnya.
Mas Rofik juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, hingga seluruh pemangku kepentingan yang turut bersinergi.
Melalui pembangunan jaringan pipanisasi air bersih ini, BAZNAS menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kenyamanan, serta mendukung aktivitas belajar para santri, sekaligus memperkuat peran Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hikam sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Kayong Utara.[SK]
.jpeg)