Sanggau (Suara Sanggau) – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sanggau dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian aparat kepolisian. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular sejak pagi hari untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Solar, bahkan sebelum jam operasional SPBU dimulai.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan. Menyikapi situasi itu, Polsek Tayan Hilir turun langsung melakukan pengawasan dan pengaturan di SPBU 64.758.12 yang berada di Dusun Telabang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir.
Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Kusdarwanto, mengatakan kehadiran personel kepolisian bertujuan memastikan aktivitas pengisian bahan bakar berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun kemacetan di sekitar lokasi.
“Ramainya antrean pasokan BBM membuat kami turun tangan memastikan pelayanan berjalan aman dan tertib,” ujar Kusdarwanto.
Pengawasan dilakukan bersama tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tayan Hilir, Ipda Evan Sitanggang, beserta sejumlah personel lainnya. Petugas melakukan pemantauan situasi, pengaturan kendaraan yang mengantre, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tertib selama menunggu giliran pengisian BBM.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak pengelola SPBU, stok bahan bakar sebenarnya masih tersedia dan dalam kondisi aman. Namun distribusi pasokan mengalami keterlambatan akibat faktor alam, yakni menurunnya debit air Sungai Kapuas yang menjadi jalur utama pengangkutan BBM ke wilayah tersebut.
Musim kemarau yang berlangsung saat ini menyebabkan sejumlah titik di Sungai Kapuas mengalami pendangkalan, sehingga kapal pengangkut BBM harus beroperasi lebih hati-hati dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan.
Kondisi tersebut membuat jadwal kedatangan pasokan tidak secepat biasanya dan memicu kekhawatiran sebagian masyarakat yang mengira terjadi kelangkaan BBM.
Meski demikian, pihak SPBU memastikan pasokan tetap berjalan dan akan terus didistribusikan secara bertahap sesuai jadwal pengiriman yang tersedia.
Kapolsek Tayan Hilir juga mengingatkan pengelola SPBU agar melaksanakan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku serta mengutamakan distribusi kepada konsumen yang menggunakan kendaraan secara langsung.
Ia menegaskan bahwa penjualan BBM menggunakan jerigen tidak diperkenankan kecuali sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, guna mencegah praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi bahan bakar bersubsidi.
“Kami mengimbau pihak SPBU untuk melayani pembelian sesuai peruntukan dan aturan yang berlaku. Penjualan menggunakan jerigen harus diawasi secara ketat agar tidak terjadi penimbunan yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Kusdarwanto meminta agar tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan BBM. Ia memastikan pasokan bahan bakar akan terus datang secara bergantian dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Kami berharap masyarakat tetap sabar dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasokan BBM akan terus masuk sesuai distribusi yang telah dijadwalkan,” katanya.
Polsek Tayan Hilir bersama pihak terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan distribusi BBM di wilayahnya guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi serta situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Dengan sinergi antara aparat, pengelola SPBU, dan masyarakat, diharapkan distribusi BBM di Kabupaten Sanggau dapat berjalan lancar sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu. [Hermansyah]
