Penegasan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri syukuran wisuda doktoral STT Grace International yang digelar di kampus STT Grace International, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (6/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menyampaikan apresiasi kepada pimpinan STT Grace International yang berhasil meraih gelar doktor. Menurutnya, capaian akademik tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan sebuah amanah untuk menghadirkan pemikiran yang ilmiah, konstruktif, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
“Kalau namanya sudah doktor, saya yakin dan percaya memiliki pemikiran yang konstruktif dan holistik yang didasari oleh kajian akademis, analisis empiris maupun kondisi aktual, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan perguruan tinggi keagamaan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, serta memiliki nilai moral dan spiritual yang kokoh.
Menurut Krisantus, lulusan STT Grace International diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pesan perdamaian, memperkuat kerukunan umat beragama, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
“Saya berharap STT Grace International terus berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pelayanan yang memberi dampak luas, bukan hanya bagi Kalimantan Barat, tetapi juga bagi Indonesia bahkan dunia,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kontribusi STT Grace International yang selama ini konsisten mencetak generasi pelayan Tuhan yang siap mengabdi bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan teologi menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan perubahan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“Saya mengapresiasi kontribusi STT Grace International yang selama ini telah mengambil bagian dalam mencetak generasi pelayan Tuhan yang siap mengabdi bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara. Semoga lembaga ini terus berkembang menjadi pusat pendidikan teologi yang menghasilkan lulusan berkualitas, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
Krisantus menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan. Pembangunan manusia yang berkualitas, menurutnya, menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing daerah dan mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Sekolah Tinggi Teologi Grace International telah turut mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kontribusi lembaga seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat secara keseluruhan,” pungkasnya.
Kegiatan syukuran wisuda doktoral tersebut berlangsung penuh khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Yohanes Ontot beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sanggau, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.
Momentum tersebut menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Kalimantan Barat di masa depan.[SK]
