Pontianak (Suara Sanggau) – Muhammad Farizi resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat dalam rangkaian Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pontianak, Sabtu (11/7/2026). Dengan dukungan penuh dari 12 kabupaten/kota, Farizi berpeluang menjadi calon tunggal dalam pemilihan Ketua Karang Taruna Kalbar periode 2026–2031..jpeg)
Foto Farizi bersama para Ketua Karang Taruna berbagai daerah di Kalimantan Barat.SUARASANGGAU/SK
Kedatangan Farizi untuk menyerahkan berkas pendaftaran disambut para pengurus dan perwakilan Karang Taruna dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Dalam pencalonannya, ia mengusung visi menjadikan Karang Taruna sebagai aktor pemberdayaan sosial yang terdidik, terlatih, berpengetahuan, serta memiliki karya nyata bagi masyarakat guna mendukung kemajuan daerah.
Usai mendaftar, Farizi menegaskan bahwa Karang Taruna harus mampu bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan yang adaptif dan produktif, tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak pembangunan di berbagai sektor strategis.
“Karang Taruna harus menjadi aktor pemberdayaan sosial yang terdidik, terlatih, berpengetahuan, dan memiliki karya nyata bagi masyarakat untuk mendukung kemajuan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna memiliki potensi besar untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah. Karena itu, organisasi harus mampu mendorong lahirnya program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menilai peran Karang Taruna tidak terbatas pada kegiatan sosial semata, melainkan juga harus hadir dalam berbagai sektor strategis seperti ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.
“Karang Taruna harus siap berkontribusi langsung secara nyata di lapangan. Bukan hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga menjadi wadah yang melahirkan solusi dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Farizi juga menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar Karang Taruna semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda di daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Temu Karya Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, Jhonny, membenarkan bahwa hingga batas akhir pendaftaran hanya terdapat satu calon yang mengajukan diri sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat.
“Pada 12 Juli akan dilaksanakan Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat untuk memilih ketua provinsi. Pendaftaran sudah dibuka dan sampai saat ini ada satu calon yang mendaftar,” jelasnya.
Dukungan terhadap Farizi datang dari seluruh pengurus Karang Taruna kabupaten/kota yang telah mengikuti Temu Karya Daerah sebelumnya. Dukungan tersebut menjadi modal kuat bagi Farizi untuk memimpin organisasi kepemudaan terbesar berbasis sosial di Kalimantan Barat.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan kepada Farizi untuk membawa Karang Taruna Kalbar menjadi organisasi yang lebih maju, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami mewakili 12 kabupaten/kota mengucapkan terima kasih. Insya Allah besok 12 kabupaten/kota akan menghantar Bang Izi menjadi calon tunggal dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia berharap jika terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kalbar, Farizi dapat memberikan perhatian yang merata kepada seluruh pengurus Karang Taruna di daerah serta memperkuat sinergi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami juga tentunya setelah nanti menghantar Bang Izi, tolong diperhatikan kabupaten kami,” pungkasnya.
Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat sendiri menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Selain memilih ketua baru, forum tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan program strategis yang dapat memperkuat peran pemuda dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Barat.[SK]