Peaceful Muharram di Parindu, 55 Anak Yatim, Difabel dan Duafa Terima Santunan

Editor: Admin

Sanggau (Suara Sanggau) – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui kegiatan Peaceful Muharram – Lebaran Yatim, Difabel dan Duafa yang digelar di Masjid Besar Al-Muhajirin, Dusun Gaang Neriyong, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan sosial yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menebarkan kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim, penyandang disabilitas, dan kaum duafa di wilayah Parindu.

Acara dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Kapolsek Parindu AKP Sutono, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sanggau H. Madrais, S.Pd., S.Ag., Ketua Baznas Kabupaten Sanggau Hamka Surkati, S.E., Ketua Pengadilan Agama Sanggau H. Helman Fajri, S.HI., M.HI., perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama, pengurus masjid, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 55 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, penyandang disabilitas, dan kaum duafa menerima bantuan berupa paket sembako, Al-Qur’an, serta santunan uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Muharram yang penuh berkah.

Kapolsek Parindu AKP Sutono menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Momentum Muharram mengajarkan kita kepedulian dan kebersamaan. Polri selalu hadir mendukung gerakan kemanusiaan seperti ini. Semoga bantuan ini meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi adik-adik yatim, sahabat difabel, dan kaum duafa untuk meraih masa depan lebih baik,” ujarnya.

AKP Sutono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan merupakan fondasi penting dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan situasi keamanan yang kondusif di tengah masyarakat.

“Ketika kepedulian tumbuh di tengah masyarakat, maka persaudaraan akan semakin kuat. Inilah yang menjadi modal utama dalam menjaga keharmonisan dan keamanan lingkungan,” tambahnya.

Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan haru. Senyum para penerima bantuan terlihat menghiasi jalannya acara, mencerminkan kebahagiaan yang tercipta dari semangat berbagi di bulan Muharram.

Kegiatan Peaceful Muharram ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga sosial, dan kepolisian dalam membangun kepedulian sosial serta memperkuat solidaritas antarwarga. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semangat berbagi dan nilai-nilai kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang harmonis, peduli, dan sejahtera.[Hermansyah]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play