Wabup Sanggau Pimpin Apel Hardiknas 2026, Tekankan Kolaborasi dan Tantangan Pendidikan

Editor: Admin

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena.SUARASANGGAU/SK
Sanggau (Suara Sanggau) – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Sanggau, Senin (4/5/2026).

Dalam sambutannya, Susana menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas yang sejatinya jatuh pada 2 Mei terpaksa dilaksanakan pada hari kerja karena bertepatan dengan hari libur dan cuti bersama.

“Hari ini kita melaksanakan upacara Hardiknas tahun 2026. Kita peringati tanggal 2, tetapi karena bertepatan dengan hari libur dan cuti bersama sehingga kita laksanakan hari ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan di daerah masih membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, orang tua, masyarakat, tokoh masyarakat, serta para guru sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran.

Pada momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Sanggau juga memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi, termasuk yang berhasil menorehkan capaian di tingkat internasional melalui kompetisi berbasis digital.

“Dengan digitalisasi ini tidak membuat ruang mereka sempit, justru semakin luas. Mereka dapat meraih prestasi dalam standar internasional, bahkan tanpa harus hadir langsung karena bisa melalui Zoom atau virtual,” ungkapnya.

Susana menjelaskan, Pemkab Sanggau terus berupaya menyelaraskan program pendidikan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, terutama terkait kondisi geografis serta keterbatasan infrastruktur pendidikan.

“Bukan hanya sumber daya manusia yang kita bangun, tetapi juga infrastruktur dan bangunan fisik sekolah. Selain itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi fokus agar mampu mencetak generasi muda yang unggul,” jelasnya.

Ia juga menyoroti ancaman serius penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda yang dinilai dapat merusak masa depan bangsa.

“Ini menjadi tugas kita bersama. Generasi muda adalah masa depan Indonesia. Ancaman narkoba bukan hanya terjadi di Kabupaten Sanggau, tetapi juga secara nasional. Bahkan, fenomenanya kerap viral di media sosial seperti TikTok,” tegasnya.

Menurut Susana, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, dengan peran aktif orang tua dalam memberikan edukasi dan pengawasan kepada anak.

“Dulu para pahlawan pendidik bisa lebih fokus. Sekarang, dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan anak yang semakin tinggi, orang tua juga harus mampu menyesuaikan diri,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa Pemkab Sanggau akan terus mendorong sinergi melalui Dinas Pendidikan untuk mendukung program nasional menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan visi daerah “Sanggau Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan”.

Terkait anggaran pendidikan, Susana menegaskan bahwa alokasi minimal 20 persen dari APBD tetap menjadi komitmen pemerintah daerah, meskipun terdapat dinamika penyesuaian anggaran.

“Kita upayakan sesuai persentasenya. Ini wajib dan tidak bisa ditawar karena sudah diatur oleh Menteri Keuangan. Kita juga akan mendorong kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan program pusat untuk mendukung pembangunan pendidikan di Kabupaten Sanggau,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play