Pontianak (Suara Sanggau) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria Norsan terus mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah pedalaman dan kawasan dengan akses terbatas. Melalui Dinas PUPR Kalimantan Barat, sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Sintang menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026.
Kadis PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen.SUARASANGGAU/SK
Dua ruas yang menjadi fokus penanganan yakni Nanga Mau–Tebidah dan Tebidah–Bunyau. Pembangunan ini diarahkan untuk meningkatkan mobilitas dan produktivitas masyarakat pedalaman, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, menjelaskan bahwa ruas Nanga Mau–Tebidah akan ditangani sepanjang 1,14 kilometer dengan prioritas pada segmen yang mengalami kerusakan berat.
“Iya, kita memiliki rencana penanganan efektif untuk ruas jalan Nanga Mau–Tebidah sepanjang 1,14 kilometer dan difokuskan pada titik kerusakan berat,” ujarnya.
Paket pekerjaan tersebut kini telah memasuki tahap persiapan tender fisik dengan pagu anggaran sebesar Rp12 miliar.
Hal serupa juga dilakukan pada ruas Tebidah–Bunyau. Penanganan direncanakan sepanjang 1,14 kilometer dengan fokus pada kondisi jalan rusak parah. Proyek ini juga telah masuk tahap persiapan tender fisik dengan nilai anggaran yang sama, yakni Rp12 miliar.
Menurut Iskandar, pendekatan pembangunan yang digunakan adalah pola “fungsional tersebar”, yakni memperbaiki titik-titik kerusakan paling parah terlebih dahulu agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, meskipun dilakukan secara bertahap.
“Kita memastikan pembangunan ini segera berprogres pada 2026 dengan fokus pada jalan yang rusak berat. Walaupun bertahap, diharapkan langsung memberikan kemudahan akses bagi masyarakat,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemprov Kalbar dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah, sekaligus memperkuat konektivitas antar desa dan kecamatan di Kabupaten Sintang.
Dengan masuknya kedua proyek tersebut ke tahap persiapan tender, pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan ditargetkan segera dimulai pada tahun anggaran 2026.[SK]