Diduga Tercemar Limbah Pabrik Tahu, Warga Dusun Betung Sambas Keluhkan Bau Menyengat dan Gangguan Kesehatan

Editor: Admin

Warga Dusun Betung, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, mengeluhkan pencemaran sungai yang diduga berasal dari limbah pabrik tahu. SUARASANGGAU/SK

Sambas (Suara Sanggau) – Warga Dusun Betung, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kalimantan Barat, mengeluhkan pencemaran aliran sungai yang diduga berasal dari limbah pabrik tahu. Kondisi tersebut dinilai semakin meresahkan karena menimbulkan bau menyengat dan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat di sekitar sungai.

Salah seorang warga berinisial F mengungkapkan, air sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan warga kini sudah tidak layak digunakan. Menurutnya, bau tidak sedap semakin terasa terutama saat air sungai pasang, bahkan aromanya tercium hingga ke jalan yang biasa dilalui warga.

“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau air sungai pasang. Kalau lewat jalan pun aromanya tercium kuat. Dampaknya, kami sering merasakan gatal-gatal dan muncul bentol-bentol di kulit,” ujar F, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, keluhan tersebut telah dirasakan warga selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir. Selama ini, sungai tersebut dimanfaatkan warga sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan mesin pompa.

F menambahkan, dampak pencemaran sungai ini dirasakan cukup luas. Setidaknya belasan rumah warga terdampak, termasuk sejumlah rumah kos yang berada di sekitar aliran sungai.

“Kondisi ini sudah lama terjadi dan makin parah. Banyak warga yang terdampak, bukan hanya rumah penduduk, tapi juga rumah kos di sekitar sungai,” ungkapnya.

Warga pun berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, serta dinas terkait segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Mereka meminta adanya penanganan serius, terutama dari dinas kesehatan dan instansi lingkungan hidup, guna memastikan dampak pencemaran terhadap kesehatan masyarakat serta mencari solusi atas permasalahan tersebut.

“Kami berharap pemerintah dan dinas terkait bisa melihat langsung kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah, karena ini sudah sangat meresahkan warga,” pungkasnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini