| Wabup Sanggau Pimpin Rakor Inflasi dan P2DD.SUARASANGGAU/SK |
Sanggau (Suara Sanggau) – Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyoroti gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dinilai menjadi salah satu pemicu inflasi di Kabupaten Sanggau.
Hal tersebut disampaikan Susana saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi, Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) serta Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Ruang Rapat VIP Sabang Merah Kantor Bupati Sanggau, Kamis (24/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal terkait serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau.
Dalam rapat, Susana menegaskan persoalan distribusi BBM yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap harga kebutuhan pokok dan aktivitas perekonomian masyarakat.
“Jangan anggap remeh persoalan distribusi BBM yang menimbulkan antrian di SPBU ini. Jika kondisi ini terus terjadi, harga-harga sembako bisa mahal, perekonomian menjadi terganggu karena daya beli masyarakat menurun,” ujar Susana.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk mencari akar persoalan sekaligus menyelesaikan penyebab terjadinya antrean panjang di SPBU.
“Saya berharap kita semua kompak, dan dalam waktu dekat kita akan membentuk Satgas untuk menuntaskan persoalan ini,” tegasnya.
Selain persoalan distribusi BBM, Susana juga menyebut kemarau berkepanjangan turut memberikan dampak terhadap sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Sanggau. Kondisi kekeringan membuat sebagian petani kesulitan bercocok tanam sehingga produksi mengalami penurunan.
“Kekeringan saat ini banyak petani kita yang kesulitan bercocok tanam hingga produksi turun, begitu juga dengan peternakan, ayam-ayam banyak yang mati dan ini menyebabkan harga sayur maupun ayam di pasar menjadi mahal,” ungkapnya.
Menurut Susana, berbagai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian bersama karena dapat berpengaruh terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh instansi terkait memperkuat komitmen dan sinergi untuk memastikan harga sembako di Kabupaten Sanggau tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat di 15 kecamatan.
“Ini membutuhkan sinergisitas kita semua untuk menjaga stabilitas harga sembako agar tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya.[SK]