Tim Mabes TNI Tinggalkan Sanggau, Edukasi Pencegahan Karhutla Jangkau 163 Desa

Editor: Admin

 

Pelepasan Tim Pemantau Mabes TNi.SUARASANGGAU/SK

Sanggau (Suara Sanggau) – Pemerintah Kabupaten Sanggau resmi melepas kepulangan Tim Pemantauan dan Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI ke Jakarta. Tim tersebut telah menjalankan tugas selama kurang lebih satu bulan dalam melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla.

Pelepasan berlangsung di Aula Daranante Kantor Bupati Sanggau, Jumat (18/9/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Sekda Sanggau Aswin Khatib, Brigjen TNI Eri Nasuhi, Brigjen TNI T. Chaniago, sejumlah perwira Tim Mabes TNI, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrahman Gindha Dradhizya serta Pasi Ops Kodim 1204/Sanggau Kapten Inf A.A. Siregar.

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Mabes TNI yang telah turun langsung melakukan pemantauan dan penyuluhan pencegahan karhutla di berbagai wilayah Sanggau.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sanggau, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Mabes TNI yang telah melaksanakan tugas pemantauan dan penyuluhan Karhutla di Kabupaten Sanggau,” ujar Susana.

Menurut Susana, pendekatan edukasi yang dilakukan secara humanis dan dialogis kepada masyarakat maupun peladang memberikan dampak positif dalam mendorong kesadaran terhadap pencegahan karhutla.

Ia mengatakan, Pemkab Sanggau masih menghadapi berbagai tantangan akibat karhutla, mulai dari dampak kabut asap, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga persoalan kekeringan dan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Agenda pemantauan dan penyuluhan dari komando pusat berakhir hari ini. Namun, komitmen kita di daerah tidak akan surut. Seluruh instrumen Satgas Karhutla akan terus melanjutkan estafet kesiagaan darurat dan pengawasan secara konsisten,” tegasnya.

Susana berharap edukasi yang telah diberikan Tim Mabes TNI dapat terus diterapkan masyarakat, khususnya dalam mendorong penerapan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Dengan demikian, upaya pencegahan dapat diperkuat agar karhutla tidak terus menjadi persoalan yang berulang setiap tahun.

Ia juga mendoakan seluruh personel Tim Mabes TNI diberikan kesehatan, keselamatan serta kelancaran selama perjalanan hingga kembali ke satuan masing-masing dan berkumpul bersama keluarga.

“Dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan di Kabupaten Sanggau menjadi amal bakti terbaik bagi bangsa dan negara,” ucapnya saat melepas tim secara resmi.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI T. Chaniago mengatakan, selama kurang lebih satu bulan bertugas, tim telah mendatangi 163 desa dan tiga kelurahan di Kabupaten Sanggau.

Penyuluhan dilakukan dengan pendekatan dialogis. Tim tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi berdiskusi langsung dengan masyarakat untuk mengetahui persoalan di lapangan sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan dalam pencegahan karhutla.

“Kurang lebih 6.000 hingga hampir 7.000 masyarakat sudah kami ajak berdialog. Kami datang ke desa-desa untuk memberikan pemahaman agar bersama-sama menjaga Sanggau supaya tidak menjadi daerah yang mengalami bencana akibat kebakaran hutan dan lahan,” ujar Chaniago.

Salah satu materi utama yang disampaikan kepada masyarakat adalah penerapan PLTB. Berdasarkan kuesioner yang dilakukan tim selama kegiatan penyuluhan, sekitar 78 persen responden menyatakan mendukung pembukaan lahan tanpa bakar.

Chaniago mengakui perubahan kebiasaan masyarakat membutuhkan proses karena tradisi membuka lahan dengan cara membakar telah berlangsung secara turun-temurun.

“Tradisi membakar lahan sudah berlangsung secara turun-temurun. Mengubah pola pikir tentu membutuhkan waktu, tetapi paling tidak keinginan dan respons masyarakat terhadap pembukaan lahan tanpa bakar sudah menunjukkan hal yang positif,” pungkasnya. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play