![]() |
| AMPC menggandeng Water Canon Polres Mempawah, Polsek Mempawah Hilir serta BPAM melakukan penyemprotan jalan di Pasar Mempawah, Sabtu (5/9/2026).SUARASANGGAU/SK |
Mempawah (Suara Sanggau) – Debu yang mengepul di kawasan Pasar Mempawah menjadi perhatian Komunitas Sosial Anak Mempawah Punya Cerita (AMPC). Di tengah kemarau panjang yang disebut telah berlangsung selama 58 hari tanpa guyuran hujan, komunitas tersebut turun langsung membasahi ruas jalan untuk mengurangi debu dan dampak panas yang dirasakan masyarakat.
Aksi sosial itu berlangsung Sabtu (5/9/2026) pagi dan dipusatkan di kawasan Pasar Mempawah, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir.
Dalam kegiatan tersebut, AMPC menggandeng Water Canon Polres Mempawah, Polsek Mempawah Hilir serta Badan Pemadam Api Mempawah (BPAM). Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan dan Lurah Terusan Tio Amirul Adli turut hadir menyaksikan kegiatan di lokasi.
Sekitar pukul 07.30 WIB, tiga armada water cannon Polres Mempawah bersama armada pemadam AMPC dan BPAM mulai bergerak melakukan penyemprotan.
Pembasahan jalan dilakukan menyusuri kawasan Tugu Tani, Terminal Bus Mempawah hingga berkeliling di kawasan Pasar Mempawah. Penyemprotan ditujukan untuk mengurangi debu yang beterbangan akibat kondisi jalan yang kering selama musim kemarau.
Ketua AMPC, Adi Santoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal pihaknya untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.
“Ini langkah awal kami untuk menghilangkan debu, karena sudah 58 hari Mempawah tidak diguyur hujan,” kata Adi.
Menurutnya, penyemprotan jalan tidak hanya untuk menekan debu, tetapi sekaligus menjadi bagian dari upaya pendinginan kawasan pasar yang terdampak suhu panas selama musim kemarau.
Adi mengatakan kegiatan tersebut membawa pesan sederhana, yakni “Sebelum Basahi Hutan, Basahi Dulu Kota.” Pesan tersebut menjadi bentuk kepedulian AMPC terhadap kondisi lingkungan perkotaan di tengah musim kemarau sekaligus ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selama ini, AMPC juga dikenal sebagai salah satu tim pemadam kebakaran swasta yang aktif terlibat dalam penanganan karhutla. Tim tersebut kerap bergerak bersama BPBD Mempawah, TNI-Polri dan tim gabungan lainnya dalam menangani kebakaran di sejumlah titik.
“AMPC tidak hanya turun ketika ada kebakaran. Kami juga ingin hadir untuk masyarakat dalam kondisi seperti sekarang, ketika debu dan panas menjadi persoalan,” ujarnya.
Aksi pembasahan jalan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Mempawah. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk gotong royong berbagai elemen dalam menghadapi dampak kemarau panjang yang masih melanda wilayah tersebut.
Di tengah kondisi cuaca yang kering, keberadaan aksi sosial seperti ini dinilai menjadi langkah nyata untuk membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan potensi dampak yang ditimbulkan kemarau panjang.[SK]
.jpg)