Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Arang Limbung, Warga Berharap Kabut Asap Segera Berakhir

Editor: Admin

Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Arang Limbung, Warga Berharap Kabut Asap Segera Berakhir.SUARASANGGAU/SK
Kubu Raya (Suara Sanggau) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Presiden datang bersama Kapolri, Panglima TNI, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat.

Kehadiran Presiden di lokasi mendapat perhatian warga yang selama beberapa pekan terakhir harus berhadapan dengan kepulan asap akibat kebakaran lahan.

Kanda Abdul Rojak, warga Desa Arang Limbung, mengatakan kebakaran di wilayah tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan. Meski sempat berhasil dipadamkan, api kembali muncul di sejumlah bagian.

“Kebakaran sudah 2 minggu. Belum padam. Kemarin ada padam sebentar, kemudian hidup lagi,” ujar Abdul.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga khawatir karena asap terus menyelimuti kawasan permukiman. Paparan asap bahkan mulai dirasakan secara langsung terhadap kondisi tubuh.

“Ya, ada rasa sakit mata juga,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, Abdul menyambut baik kedatangan Presiden Prabowo. Ia berharap kunjungan langsung tersebut dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus menghadirkan solusi bagi masyarakat yang terdampak.

“Bagaimana kampung kami lebih baik lagi daripada yang sebelumnya. Harapannya bisa tertanggulangi secepatnya. Tidak asap ini mengganggu masyarakat juga,” harapnya.

Saat berada di lokasi, Prabowo terlihat meninjau langsung kondisi lahan yang terbakar. Presiden juga melihat sistem kerja sejumlah mesin pemadam yang telah disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan kebakaran dilakukan secara langsung dan terkoordinasi, terutama di wilayah yang berdampak terhadap masyarakat.

Persoalan karhutla di Arang Limbung tidak hanya berkaitan dengan lahan yang terbakar, tetapi juga dampak lanjutan berupa kabut asap yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

Kondisi kualitas udara Pontianak dan sekitarnya juga dilaporkan memburuk akibat paparan asap karhutla. Berdasarkan data pantauan IQAir melalui stasiun Greenpeace Indonesia (GP_PNK) yang tercantum dalam laporan tersebut, indeks kualitas udara mencapai 272 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 197,0 µg/m³ dan berada dalam kategori “Sangat Tidak Sehat”.

Data riwayat harian juga mencatat kualitas udara sempat mencapai 274 AQI US.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Pengendalian asap dan perlindungan masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.

Warga berharap penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh hingga api benar-benar padam dan tidak kembali muncul. Mereka juga berharap kualitas udara segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa dihantui kabut asap.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play