Libur Sekolah Dimanfaatkan untuk Sunatan Massal dan Cek Kesehatan Gratis, Bupati Karolin: Jangan Asal Kenyang, Perhatikan Gizi Anak

Editor: Admin

Memasuki masa libur panjang sekolah, Pemerintah Kabupaten Landak menggelar kegiatan Sunatan Massal dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipusatkan di Puskesmas Ngabang, Kamis (2/7/2026).SUARASANGGAU/SK
Landak (Suara Sanggau) – Memanfaatkan momentum libur panjang sekolah, Pemerintah Kabupaten Landak menggelar kegiatan Sunatan Massal dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Ngabang, Kamis (2/7/2026). Program yang diinisiasi langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, ini menjadi upaya pemerintah daerah meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya pola hidup sehat sejak dini.

Sebanyak 35 anak mengikuti sunatan massal yang mengusung tema "Sunatan Massal Libur Produktif, Tubuh Sehat bagi Generasi Emas Kabupaten Landak." Selain layanan khitan gratis, para orang tua yang mendampingi juga mendapatkan kesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Bupati Karolin mengatakan, pelaksanaan kegiatan di tingkat puskesmas merupakan strategi baru pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, antusiasme masyarakat justru melampaui harapan.

"Ini dari pemerintah adalah percobaan. Kalau banyak yang minat, ke depan kami akan lebih siap lagi. Selama ini biasanya kita melaksanakan di desa-desa, tetapi karena efisiensi anggaran, kali ini kita coba di puskesmas. Ternyata hasilnya sangat baik dan peminatnya masih banyak," ujar Karolin.

Menurutnya, konsep pelayanan yang dipusatkan di puskesmas memberikan manfaat lebih luas. Tidak hanya anak-anak memperoleh layanan sunat yang ditangani tenaga medis profesional, tetapi para orang tua juga dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Di sela-sela kegiatan, Karolin turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai investasi sumber daya manusia di masa depan. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak hanya berorientasi pada rasa kenyang, tetapi juga memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak.

"Tolong dijaga, anak-anak diperhatikan makannya. Sekarang banyak makanan instan dan jajanan. Jangan sampai anak hanya makan asal kenyang. Kalau gizinya tidak cukup, pertumbuhan tubuh maupun perkembangan otaknya bisa terganggu, sehingga akan memengaruhi kemampuan belajar mereka," tegasnya.

Selain persoalan gizi, Karolin juga menyoroti tingginya kasus penyakit diabetes di Kabupaten Landak yang dipicu pola konsumsi masyarakat dengan kadar gula tinggi. Ia mengimbau warga agar lebih bijak dalam menjaga pola makan dan tidak mudah mempercayai informasi kesehatan yang belum terverifikasi.

"Di Landak ini kasus diabetes cukup tinggi karena konsumsi makanan dan minuman manis. Jangan sembarangan mengonsumsi obat herbal dengan dosis yang tidak jelas karena bisa membahayakan ginjal. Untuk tekanan darah tinggi atau penyakit lainnya, gunakan obat yang diresepkan tenaga medis. Jangan percaya begitu saja informasi kesehatan dari TikTok, media sosial, atau sekadar cerita tetangga. Bertanyalah kepada tenaga kesehatan yang berkompeten," pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Susi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Landak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

"Kegiatan ini merupakan atensi dan inisiasi langsung dari Ibu Bupati sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Ngabang dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan layanan kesehatan," ungkapnya.

Ia memastikan seluruh proses pelayanan dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan awal, tindakan medis, observasi pasca-khitan, pemberian obat-obatan, edukasi perawatan luka, hingga penyerahan bingkisan kepada peserta.

"Kami memastikan seluruh peserta telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan sesuai standar pelayanan. Setelah tindakan, peserta juga mendapatkan observasi, obat-obatan, edukasi mengenai perawatan luka, serta bingkisan," jelas Susi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta puluhan warga yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kabupaten Landak berencana menjadikan program sunatan massal dan cek kesehatan gratis ini sebagai agenda rutin yang akan diperluas ke berbagai puskesmas di wilayah Kabupaten Landak. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit melalui edukasi dan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play