Wagub Kalbar Tutup PPR GPIBI se-Kalbar, Ajak Generasi Muda Bijak Manfaatkan Teknologi dan Tingkatkan Kualitas Diri

Editor: Admin

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan. SUARASANGGAU/SK
Bengkayang (Suara Sanggau) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi menutup kegiatan Pertemuan Pemuda-Pemudi Remaja (PPR) Gereja Pekabaran Injil Baptis Indonesia (GPIBI) se-Kalimantan Barat yang digelar di Desa Pisah, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang diikuti ribuan pemuda dan remaja GPIBI dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat tersebut menjadi wadah pembinaan karakter, penguatan iman, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan persaingan di era global.

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset penting yang akan menentukan masa depan pembangunan Kalimantan Barat maupun Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas diri.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk belajar tanpa batas. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga menuntut kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

"Gunakan teknologi untuk belajar dan mengembangkan diri. Bijaklah dalam menerima informasi, karena tidak semua yang beredar di media sosial merupakan kebenaran. Pilihlah informasi yang mendidik dan memberi manfaat," pesan Krisantus di hadapan ribuan peserta.

Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara bijaksana agar menjadi alat pendukung, bukan justru mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, maupun daya analisis generasi muda.

Selain penguasaan teknologi, Krisantus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan investasi yang akan terus memberikan manfaat sepanjang hayat.

"Ilmu dan pendidikan tidak akan pernah habis. Karena itu, teruslah belajar, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, dan siapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul," tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Krisantus, terus mendorong pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah pengembangan Sekolah Garuda, yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kalimantan Barat yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai putra daerah yang berasal dari wilayah pedalaman. Ia mengajak para pemuda untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah dalam meraih cita-cita.

Menurutnya, keberhasilan dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat, disiplin, bekerja keras, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta memiliki semangat belajar yang tinggi.

Menjelang akhir sambutannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu bekal menghadapi persaingan global. Ia menilai kemampuan berbahasa asing akan membuka akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, hingga peluang pendidikan dan pekerjaan di tingkat internasional.

"Bahasa Inggris menjadi salah satu kunci untuk membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja di tingkat internasional. Karena itu, saya berharap generasi muda Kalimantan Barat terus meningkatkan kemampuan bahasa asingnya," ujarnya.

Penutupan Pertemuan Pemuda-Pemudi Remaja GPIBI se-Kalimantan Barat berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Ketua Badan Pengurus Daerah I GPIBI Kalimantan Barat Yanto, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, jajaran perangkat daerah, para pendeta GPIBI se-Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ribuan peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter, iman, dan integritas yang kuat, tetapi juga mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif serta menjadi sumber daya manusia yang unggul dalam mendukung pembangunan Kalimantan Barat di masa depan. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play