Rapat tersebut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait serta mitra HKTI sebagai bagian dari koordinasi menjelang pelaksanaan Musda dan pelantikan kepengurusan HKTI tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek strategis dan teknis pelaksanaan Musda dibahas secara komprehensif, termasuk agenda pelantikan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan organisasi dalam waktu dekat.
Gubernur Ria Norsan menilai Musda dan pelantikan kepengurusan baru harus menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta memperkuat peran HKTI dalam menjawab tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis.
“HKTI memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi wadah perjuangan dan penguatan bagi para petani. Melalui Musda dan pelantikan ini, saya berharap HKTI Kalbar semakin fokus pada penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kualitas produksi pertanian, hingga pendampingan petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern,” ujar Norsan.
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kalimantan Barat. Karena itu, keberadaan organisasi yang mampu menjembatani kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah menjadi sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Norsan berharap kepengurusan HKTI yang terbentuk nantinya tidak hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif, tetapi juga mampu hadir secara nyata di tengah masyarakat tani, memperjuangkan aspirasi petani, serta memberikan pendampingan yang berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian.
“HKTI harus menjadi jembatan yang kuat antara petani dan pemerintah. Organisasi ini harus mampu menangkap berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan dan membantu menghadirkan solusi yang tepat,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengarahkan seluruh jajaran DPC HKTI yang akan dilantik agar segera menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berbasis pada potensi unggulan masing-masing daerah.
Menurutnya, setiap wilayah di Kalimantan Barat memiliki karakteristik, komoditas unggulan, dan tantangan yang berbeda sehingga pendekatan pembangunan pertanian tidak bisa disamaratakan.
“Setiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, program kerja HKTI harus mampu menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani,” tegasnya.
Selain penguatan kelembagaan, Norsan juga menekankan pentingnya mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, serta penguatan akses terhadap pasar dan permodalan.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap memperkuat sinergi dengan HKTI melalui berbagai program yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian, perluasan akses pembiayaan, penyediaan sarana produksi, penguatan distribusi hasil pertanian, hingga peningkatan pemasaran produk petani.
“Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan agar petani memiliki akses yang lebih baik terhadap permodalan, teknologi, sarana produksi, dan pasar. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis sektor pertanian Kalbar akan semakin maju,” ungkapnya.
Selain membahas arah kebijakan organisasi, rapat juga menyoroti berbagai kesiapan teknis pelaksanaan Musda dan pelantikan kepengurusan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, efektif, dan menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan organisasi.
Melalui semangat konsolidasi dan kepemimpinan baru yang akan terbentuk, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis HKTI mampu mengambil peran yang lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis pertanian yang berkelanjutan.
Dengan potensi pertanian yang besar dan dukungan berbagai pihak, HKTI Kalbar diharapkan mampu menjadi organisasi yang adaptif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan petani sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian.[SK]
.jpeg)