Puslabfor Polda Kalbar Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Sungai Pinyuh, Dugaan Awal Akibat Korsleting Listrik

Editor: Admin

Tim Puslabfor Polda Kalbar olah TKP kebakaran yang menghanguskan 18 ruko di Pasar Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu (10/6/2026).SUARASANGGAU/SK
Mempawah (Suara Sanggau) – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Kalimantan Barat turun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran hebat yang menghanguskan 18 unit rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan olah TKP berlangsung di lokasi kebakaran yang berada di Jalan Pasar Pagi RT 001/RW 005, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/6/2026) malam.

Penyelidikan dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation atau investigasi ilmiah guna memastikan hasil pemeriksaan yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tim Puslabfor dipimpin oleh PS Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalbar, AKP Adam Widjaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sungai Pinyuh Agus Suryana, Paur Identifikasi Polres Mempawah Aiptu Hadi Sudiarto, Sekretaris Yayasan Tri Dharma Hermawan Lim, para pemilik ruko yang terdampak, serta sejumlah warga yang menjadi saksi peristiwa kebakaran.

Dalam proses pemeriksaan, tim melakukan apel persiapan (APP), pengumpulan keterangan saksi, olah TKP secara menyeluruh, analisis barang bukti, hingga identifikasi sejumlah temuan yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, sumber api sementara diduga berasal dari bagian plafon pintu sebelah timur ruko nomor 34 dan ruko nomor 35. Dugaan awal mengarah pada terjadinya korsleting atau arus pendek listrik yang kemudian memicu kobaran api.

Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Temuan di lapangan juga akan disinkronkan dengan keterangan para saksi untuk memastikan kronologi dan titik awal munculnya api.

“Seluruh proses penyelidikan dilakukan secara ilmiah dan mendalam agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara pasti,” ungkap salah seorang petugas di lokasi.

Kebakaran yang melanda pusat perdagangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah. Sebanyak 18 unit ruko beserta barang dagangan dan aset milik para pedagang dilaporkan hangus terbakar.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di wilayah Sungai Pinyuh dalam beberapa tahun terakhir. Selain melumpuhkan aktivitas perdagangan di kawasan pasar, musibah tersebut juga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi para pelaku usaha.

Berdasarkan data sementara, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp45 miliar. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh pihak terkait.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu terjadinya insiden tersebut. Hasil resmi investigasi laboratorium forensik nantinya akan menjadi dasar dalam menyimpulkan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan belasan ruko di Pasar Sungai Pinyuh.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play