Sekadau –(Suara Sanggau) Pemerintah Kabupaten Sekadau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis. Kegiatan bertema "Wujudkan Senyum Sehat untuk Masa Depan Anak Anda!" ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026, di RSUD Sekadau.
Program kemanusiaan tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sekadau, Yayasan Parama Abhipraya, dan Smile Train Indonesia. Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak penyandang bibir sumbing memperoleh penanganan medis yang layak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan rasa percaya diri mereka.
Bupati Sekadau, Aron, mengatakan operasi bibir sumbing bukan hanya sebatas tindakan medis, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.
Menurutnya, kondisi bibir sumbing kerap memengaruhi kepercayaan diri anak saat berinteraksi dengan lingkungan maupun ketika mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
"Melalui operasi rekonstruksi ini, pemerintah berharap anak-anak dapat tumbuh dengan sehat, kembali tersenyum lebar, dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mengejar cita-cita mereka di masa depan," ujar Aron.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Henri Alpius, menjelaskan seluruh proses operasi dilakukan dengan standar medis yang tinggi untuk menjamin keselamatan dan keberhasilan tindakan.
Ia mengatakan operasi ditangani langsung oleh Dr. Doni Setiawan, Sp.BP-RE, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dari Yayasan Parama Abhipraya.
"Beliau didampingi langsung oleh Ibu Yolanda selaku Ketua Yayasan Parama Abhipraya, sehingga pelaksanaan operasi berjalan secara aman dan profesional," kata Henri.
Hingga hari pertama pelaksanaan, sekitar 20 anak telah terdaftar sebagai peserta program operasi gratis tersebut. Mayoritas berasal dari berbagai desa di Kabupaten Sekadau, sementara beberapa pasien lainnya datang dari luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan ini.
Salah satu peserta adalah Agurius Erpan, anak berusia tujuh tahun asal Desa Maragun, Kecamatan Nanga Taman. Orang tua Agurius mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya program tersebut.
Dengan penuh haru, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau, Yayasan Parama Abhipraya, Smile Train Indonesia, serta seluruh tenaga medis yang telah memberikan kesempatan bagi putranya untuk menjalani operasi tanpa dipungut biaya.
Menurutnya, program ini menjadi berkah besar bagi keluarga mereka karena memberikan harapan agar sang anak dapat menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Pemerintah Kabupaten Sekadau berharap semakin banyak anak penyandang bibir sumbing memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Selain memulihkan kondisi fisik, operasi rekonstruksi tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan senyum, semangat, dan kepercayaan diri anak-anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. [Tim]
