Api pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Saat itu terlihat kepulan asap tebal muncul dari area di antara ruko nomor 34 dan 35, tepatnya di samping salah satu usaha laundry. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke bangunan lain di kawasan padat tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari instalasi kabel bertegangan tinggi yang sudah berusia tua, sehingga memicu percikan api dan mempercepat penyebaran kobaran api.
Sejumlah ruko yang terdampak diketahui beragam jenis usaha, mulai dari bakmi, jasa ekspedisi, toko sembako, toko sepatu, laundry, warung kopi, toko pakaian, toko obat, usaha kopi bubuk, tukang gigi, toko emas, hingga rumah tinggal warga. Kondisi bangunan yang mayoritas merupakan bangunan lama dengan material mudah terbakar turut mempercepat meluasnya api.
Proses pemadaman melibatkan gabungan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Mempawah, BPAS Sungai Pinyuh, Jaguar Sungai Pinyuh, BPA Sungai Purun, BPA Jungkat, BPA Kota Pontianak, BPA Mempawah, AMPC Fire Fighter Mempawah, serta dukungan mobil pemadam dari PT Antam dan instansi lainnya. Total sekitar 40 unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian.
Petugas menghadapi kendala di lapangan akibat akses jalan yang sempit di kawasan pasar, sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik api secara optimal. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.40 WIB, setelah berkobar hampir tiga jam.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan dan belum dapat ditaksir secara pasti. Aparat dari Polsek Sungai Pinyuh bersama Polres Mempawah juga telah melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran yang melanda pusat perdagangan tersebut.[SK]
.jpg)