Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, serta para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Pontianak.
Dalam amanatnya, Ria Norsan menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan ideologi hidup yang harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pancasila adalah pemersatu bangsa yang menjaga kita tetap kokoh di tengah keberagaman. Tugas kita hari ini bukan lagi memperdebatkannya, melainkan membumikan nilai-nilainya dalam gotong royong, keadilan sosial, dan menjaga toleransi antar sesama,” tegas Norsan.
Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimaknai sebagai ruang refleksi bersama untuk menilai sejauh mana nilai-nilai luhur Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi refleksi bersama sejauh mana nilai-nilai dasar negara telah kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Gubernur Kalbar juga menyoroti tantangan bangsa di era modern yang semakin kompleks. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi memahami Pancasila secara teoritis, melainkan menerjemahkan lima sila tersebut ke dalam tindakan konkret guna menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun kebangsaan.
“Pancasila itu hidup apabila dipraktikkan. Ketika kita membantu sesama tanpa memandang latar belakangnya, di situlah nilai kemanusiaan dan persatuan bekerja. Karena itu, mari kurangi perdebatan yang tidak produktif dan mulai menghadirkan aksi nyata dari lingkungan terdekat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Norsan juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan sekaligus penjaga ideologi bangsa. Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme, hoaks, dan berbagai bentuk disinformasi yang berpotensi mengancam persatuan nasional.
Ia mengajak para pemuda untuk memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dengan menghadirkan narasi positif yang memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ideologi bangsa. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian, persatuan, dan optimisme demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.
Menutup amanatnya, Gubernur Kalimantan Barat mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, ia berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong semakin diperkuat sebagai fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Pancasila harus terus hidup dalam setiap kebijakan, perilaku, dan tindakan kita. Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman bersama, saya optimistis Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.[SK]
