![]() |
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah dan pelayanan publik yang lebih optimal.
Adapun pejabat yang dilantik dan mendapat penugasan baru yakni Libertus Toto Martono, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sanggau, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sanggau.
Kemudian Shopiar Juliansah, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau.
Sementara itu, Eduardus Evald kembali dipercaya memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sanggau setelah masa jabatannya diperpanjang berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.
Dalam arahannya, Bupati Yohanes Ontot menegaskan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah dan bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta dedikasi untuk kepentingan masyarakat.
“Terimalah jabatan itu sebagai sebuah kepercayaan, bukan hadiah, bukan pemberian yang tidak berarti. Maka harus mampu berinovasi, bekerja sungguh-sungguh,” tegas Ontot.
Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan oleh kemampuannya membangun kerja sama dan menggerakkan seluruh potensi yang ada di dalam organisasi.
Menurutnya, seorang kepala perangkat daerah harus mampu merangkul seluruh jajaran, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kunci utamanya bagaimana mampu mengakomodir semua kekuatan di dalam, sehingga bisa menerobos dan membuat inovasi yang berdampak luas untuk masyarakat,” katanya.
Open Bidding Segera Digelar
Pada kesempatan tersebut, Ontot juga menyoroti masih banyaknya jabatan strategis yang saat ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sanggau berkomitmen untuk segera mengisi posisi-posisi yang kosong dengan pejabat definitif melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding.
Menurutnya, kondisi banyaknya jabatan yang diisi Plt tidak dapat dibiarkan berlangsung terlalu lama karena berpotensi mengurangi efektivitas organisasi akibat adanya rangkap tugas dan tanggung jawab.
“Jabatan-jabatan yang kosong yang PLT ini akan sesegera mungkin kita isi dengan pejabat definitif. Memang PLT banyak itu tidak terlalu efektif, karena rangkap jabatan jadi persoalan,” ujarnya.
Saat ini, kata Ontot, pemerintah daerah tengah menuntaskan berbagai persyaratan administrasi yang diperlukan sebelum proses seleksi terbuka dilaksanakan. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga pengisian jabatan tinggi pratama yang kosong dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Prosesnya cukup panjang, bukan hari ini mau besok selesai. Tapi kita berharap Juni ini bisa selesai, saya dan Bu Wakil akan segerakan,” ungkapnya.
Tidak hanya jabatan eselon II, Bupati juga memastikan proses penataan organisasi akan berlanjut hingga pengisian jabatan administrator dan pengawas atau eselon III ke bawah.
Di tengah dinamika pemerintahan dan tantangan pembangunan yang terus berkembang, Ontot meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sanggau untuk meningkatkan kapasitas, disiplin, serta etos kerja.
Ia menilai ASN harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan tidak hanya bekerja secara rutin, melainkan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Situasi negara ini dinamis. Harus mampu menyelesaikan tugas dan kondisi yang ada,” tutupnya.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kinerja birokrasi di Kabupaten Sanggau sekaligus mempercepat pencapaian berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang menjadi prioritas pemerintah daerah.[SK]
.jpg)