Hari Ketiga Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Sungai Karawang, Tim SAR Hadapi Ancaman Predator dan Arus Deras

Editor: Admin

Tim SAR Sisir Sungai Karawang, Korban Diduga Diterkam Buaya Masih Dalam Pencarian.SUARASANGGAU/SK
Kubu Raya (Suara Sanggau) – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Sulyadi (41), warga yang diduga menjadi korban serangan buaya di perairan Sungai Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (25/6/2026).

Memasuki hari ketiga pencarian, puluhan personel gabungan sejak pagi kembali menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melakukan penyisiran permukaan di sekitar lokasi korban diduga diterkam buaya.

Pada hari ketiga ini, area pencarian diperluas hingga radius tiga Nautical Mile (NM) dari titik awal kejadian guna memperbesar peluang menemukan korban.

"Pada hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dan penyisiran permukaan di sekitar lokasi kejadian dengan radius pencarian mencapai tiga Nautical Mile," ujar I Made Junetra.

Menurutnya, proses pencarian di lapangan menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Selain harus menyusuri perairan yang cukup luas, seluruh personel juga dituntut bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi karena ancaman buaya yang diduga masih berada di sekitar lokasi.

Ia menjelaskan, berdasarkan karakteristik satwa tersebut, buaya umumnya tidak langsung meninggalkan lokasi setelah melakukan serangan dan berpotensi menyerang kembali apabila merasa terganggu.

"Buaya sering kali tidak langsung meninggalkan lokasi serangan dan berpotensi menyerang kembali, baik terhadap tim SAR maupun warga yang ikut melakukan pencarian. Karena itu seluruh personel diwajibkan tetap waspada dan menggunakan perlengkapan keselamatan serta pengamanan tambahan," jelasnya.

Selain ancaman predator, perilaku alami buaya juga menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian.

I Made Junetra mengungkapkan, buaya biasanya menyembunyikan mangsanya di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, seperti di bawah akar pohon, semak rawa, lubang di tebing sungai, maupun tumpukan kayu yang berada di sepanjang aliran sungai.

Atas dasar itu, Tim SAR memusatkan penyisiran pada sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi menjadi tempat persembunyian mangsa.

"Pencarian kami fokuskan pada lokasi-lokasi yang memungkinkan menjadi tempat persembunyian mangsa berdasarkan karakteristik perilaku buaya," katanya.

Tantangan lain datang dari kondisi alam di Sungai Karawang. Air sungai yang keruh membuat jarak pandang di dalam air sangat terbatas sehingga menyulitkan proses pencarian.

Menurut I Made Junetra, karakteristik sungai-sungai di Kalimantan yang didominasi warna cokelat pekat menyebabkan visibilitas di bawah permukaan air sering kali tidak mencapai 50 sentimeter.

Selain itu, arus sungai yang cukup deras juga berpotensi menggeser posisi korban dari lokasi awal kejadian sehingga memperluas area pencarian yang harus disisir.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Tim SAR melakukan perhitungan pergerakan arus (drift analysis) guna memetakan kemungkinan perpindahan korban sekaligus menentukan strategi pencarian yang lebih efektif.

Hingga Kamis sore, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan tetap mengoptimalkan penyisiran di sejumlah titik dengan mengedepankan aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Pihak SAR juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian ataupun melakukan pencarian secara mandiri mengingat masih adanya potensi ancaman serangan buaya di kawasan tersebut. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan atau sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan yang berlaku.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play