![]() |
| Bupati Kubu Raya Sujiwo saat diwawancara awak media,SUARASANGGAU/SK |
Hal tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, usai melaksanakan Shalat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Agung Awaluddin Kubu Raya, Rabu (27/5/2026).
“Alhamdulillah progres pembangunan Masjid Agung Awaluddin sudah mencapai 60 persen. InsyaAllah tahun depan APBD Kabupaten Kubu Raya kembali kita anggarkan untuk proses penyelesaian,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, pembangunan Masjid Agung Awaluddin merupakan tanggung jawab penuh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang akan dilakukan secara bertahap melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keberadaan masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kubu Raya.
Dengan lokasi yang berada di kawasan bundaran bandara, masjid ini dinilai memiliki nilai strategis dan berpotensi menjadi salah satu landmark penting yang merepresentasikan wajah Kabupaten Kubu Raya.
Selain fokus pada penyelesaian bangunan utama, pemerintah daerah juga mulai merancang pengembangan kawasan pendukung, mulai dari akses jalan, area parkir, taman, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya agar kawasan masjid menjadi lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Sujiwo menegaskan bahwa konsep pengelolaan Masjid Agung Awaluddin ke depan tidak hanya berorientasi sebagai tempat pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat salat dan pengajian, tetapi juga harus menjadi pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah mengajukan surat resmi kepada pihak Angkasa Pura guna memperoleh dukungan dalam peningkatan akses jalan menuju Masjid Agung Awaluddin.
Menurut Sujiwo, sinergi tersebut penting agar kawasan masjid semakin tertata dan mampu menjadi destinasi religius yang membanggakan bagi masyarakat Kubu Raya maupun Kalimantan Barat.
Pada kesempatan yang sama, Sujiwo turut mengungkapkan capaian positif Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam pelaksanaan kurban Iduladha tahun ini. Jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu sekitar tujuh ekor sapi, tahun ini alhamdulillah bisa mencapai 23 ekor sapi dan 14 kambing. Ini hasil gotong royong teman-teman OPD, pemerintah daerah, bantuan provinsi, dan bantuan Presiden,” ungkapnya.
Puluhan hewan kurban tersebut telah disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Kubu Raya, termasuk masjid, pondok pesantren, masyarakat yang membutuhkan, serta ASN paruh waktu yang dinilai layak menerima bantuan daging kurban.
Peningkatan jumlah hewan kurban tersebut, lanjut Sujiwo, menjadi indikator kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat.
Selain menyoroti pelaksanaan kurban, Sujiwo juga menekankan pentingnya pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Kabupaten Kubu Raya dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi sentra peternakan di Kalimantan Barat, baik untuk komoditas sapi, kambing, maupun unggas.
Karena itu, ia meminta dinas terkait untuk terus meningkatkan pembinaan, pendampingan, dan penyuluhan kepada para peternak agar produktivitas dan kualitas hasil ternak terus meningkat.
“Ini menjadi perhatian pemerintah daerah bagaimana peternak kita terus dibina, diberikan penyuluhan, bahkan dukungan agar sektor peternakan di Kubu Raya semakin maju,” tuturnya.
Sujiwo berharap momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta semangat pembangunan yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya.[SK]
.jpg)