![]() |
| Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan bersama Bupati Sanggau Yohanes Ontot dalam kegiatan buka puasa bersama di rumah dinas Bupati Sanggau.SUARASANGGAU/SK |
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim sekaligus menekankan pentingnya momentum Ramadan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan masyarakat di Kalimantan Barat.
Menurutnya, bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menjadi momen yang tepat untuk memperkuat komunikasi serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, Krisantus juga menyoroti pentingnya sinergi program ketahanan pangan dan penguatan ekonomi rakyat, terutama dalam menghadapi momentum hari-hari besar keagamaan yang kerap memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kebetulan besok (hari ini) Kabupaten Sanggau akan menggelar Musrenbang dan menjadi musrenbang pertama untuk tingkat Kalimantan Barat di tahun 2026 ini. Saya akan menyampaikan sinergi program karena saya sebagai Ketua Satgas IPM Kalbar. Jadi yang berkaitan dengan ketahanan pangan, ekonomi rakyat, serta bahan-bahan pokok penyumbang inflasi yang terjadi setiap hari raya harus kita perhatikan,” ujarnya.
Ia menilai salah satu langkah strategis untuk menekan inflasi adalah dengan membangun sentra-sentra produksi kebutuhan pokok di daerah, seperti ayam, telur, tempe, dan tahu yang sering mengalami kekurangan pasokan saat hari raya.
“Operasi pasar tentu bisa dilakukan, tetapi sifatnya terbatas, misalnya hanya seribu atau dua ribu paket dan tidak mampu menurunkan inflasi secara signifikan. Alangkah baiknya kita membangun sentra-sentra produksi terhadap kebutuhan pokok yang selalu kurang di setiap hari raya,” jelasnya.
Krisantus juga menegaskan pentingnya sinkronisasi program antarorganisasi perangkat daerah (OPD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, dinas-dinas terkait seperti sektor pertanian, kelautan dan perikanan, peternakan, tanaman pangan, hingga hortikultura perlu disinergikan dalam satu arah kebijakan pembangunan daerah.
“Seperti Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Peternakan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura akan kita sinergikan,” pungkasnya.[SK].jpg)