Sanggau (Suara Sanggau) – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, memberikan tanggapan positif terhadap rekomendasi DPRD Kabupaten Sanggau dalam sidang Paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 yang digelar di ruang rapat DPRD Sanggau, Senin (30/03/2026).
Ontot menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan koreksi yang disampaikan oleh legislatif. Menurutnya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja ke depan.
“Saya berterima kasih atas koreksi dari Dewan, karena itu akan menjadi perbaikan bagi kami,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa sejumlah program prioritas tetap menjadi fokus utama pembangunan daerah, di antaranya sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta penyediaan air baku.
Ia menilai, kebutuhan air baku menjadi isu strategis yang harus segera ditangani guna mengantisipasi tantangan di masa mendatang.
“Ini merupakan hal yang sangat krusial ke depan. Kebutuhan air baku harus kita siapkan sejak sekarang agar tidak menjadi persoalan besar,” tegasnya.
Ontot juga mengingatkan pentingnya langkah antisipatif agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut.
“Jangan sampai ketika masyarakat membutuhkan air, kita tidak mampu memenuhinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk terus bersinergi dengan DPRD dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sanggau, Timotius Yance, menekankan pentingnya perhatian terhadap program pembangunan di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T). Menurutnya, program tersebut sangat penting dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di daerah pelosok.
“Program 3T ini merupakan kebutuhan dasar bagi anak-anak kita di wilayah terpencil Kabupaten Sanggau,” katanya.
Yance juga menyambut baik berbagai rekomendasi dari komisi dan fraksi DPRD, terutama terkait efisiensi anggaran serta strategi pemerintah daerah dalam menyikapi kebijakan tersebut.
Ia turut mengapresiasi program pemerintah pusat terkait pembentukan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil, yang dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa.
“Ini sangat luar biasa, karena tidak hanya menyasar masyarakat di perkotaan, tetapi juga masyarakat di desa yang jauh,” pungkasnya.[SK]
