![]() |
| Salah satu rumah warga yang menjadi korban aksi Teror yang diduga oleh Pelaku Narkotika.SUARASANGGAU/SK |
Kondisi tersebut dinilai telah berkembang menjadi ancaman multidimensi yang tidak hanya mengganggu keamanan, tetapi juga menggerus rasa aman masyarakat, merusak tatanan sosial, serta mengancam masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
Merespons situasi ini, Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Ketapang menyampaikan pernyataan sikap tegas sebagai bentuk kepedulian sekaligus dorongan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah agar segera mengambil langkah konkret.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Ketapang, Erasmus Canaga Antutn, menegaskan bahwa kombinasi antara aksi teror dan peredaran narkoba merupakan sinyal bahaya serius yang tidak boleh diabaikan.
“Ini bukan lagi persoalan biasa. Ketika teror dan narkoba hadir bersamaan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan, tetapi masa depan masyarakat Air Upas secara keseluruhan,” tegas Erasmus, Rabu (25/03/2026).
Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Katolik Komcab Ketapang menyampaikan empat tuntutan utama, yakni mengutuk keras segala bentuk teror dan peredaran narkoba, mendesak aparat bertindak tegas dan transparan, mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga keamanan lingkungan, serta mendorong pemerintah daerah memperkuat edukasi dan pencegahan narkoba, khususnya bagi generasi muda.
Erasmus juga menekankan pentingnya kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa lambannya penanganan hanya akan memperbesar peluang bagi pelaku kejahatan untuk terus beraksi.
“Jika tidak segera ditindak tegas, maka teror akan terus berulang dan narkoba akan semakin mengakar. Negara tidak boleh kalah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Ketapang, Uti Iskandar, menilai kondisi di Air Upas sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan langkah luar biasa.
“Ini bukan lagi kondisi normal. Ketika keamanan melemah, narkoba akan masuk dan berkembang. Jika dibiarkan, ini bisa menghancurkan satu generasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lemahnya kontrol keamanan yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika untuk memperluas pengaruhnya. Karena itu, ia mendesak penanganan dilakukan secara terpadu dan menyentuh hingga ke akar jaringan.
“Penanganan tidak boleh setengah-setengah. Jangan hanya menangkap pelaku kecil, tetapi bongkar jaringan besarnya,” tambahnya.
Uti turut mengajak masyarakat untuk berani berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Jangan diam jika melihat kejahatan,” ujarnya.
Di tengah situasi yang memanas, Pemuda Katolik Komcab Ketapang memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Mereka optimistis, dengan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat, Kecamatan Air Upas dapat bangkit dari kondisi ini.
“Air Upas harus diselamatkan. Harus kembali aman, bersih dari narkoba, dan terbebas dari rasa takut,” tutup Erasmus.[SK].jpeg)